Aku kehilangan cara untuk menuliskan ceritaku. kesibukanku menghantui. duduk di belakang meja kantor siang malam. akhir pekanku juga masih berhantu. dibubuhi materi manajemen sebagai pilihan strata dua jenjang studiku.
lebih buruknya lagi aku menjadi wanita super sibuk. super lelah. pulang hanya untuk tidur tanpa sempat menuliskan apapun.
emosiku juga mulai stabil. sehingga aku kesulitan menemukan retak-retak hati yang sangat menginspirasi. jika masalah yang kuhadapi.. sejujurnya banyak. rongga hati yang retak tapi biasa kupenuhi dengan sibuk dan lelah.
parahnya lagi, aku kehilangan koneksiku untuk berceloteh disini-
singkat. password yang terlupa begitu saja karena lama tidak terjamah.
terus kucoba beberapa optional dan ternyata aku menggunakan kata sandi yang sama seperti saat itu. tidak berubah. sedikitpun.
aku sedang menuliskan kata-kata yang habis menguap oleh lelah. melebur oleh penat kepalaku yang tak lagi remaja. aku ingin kembali. bermain kata diantara problema ketidakmampuanku bersajak, dan keriuhan dalam kepalaku. selamat datang. Anisa.
Aku mnciptakan dunia dalam cerita untukmu dan aku agar kita bisa bersama dalam keabadian.karena dalam kenyataan kita tidak pernah bisa bersama trlalu lama..
Kamis, 15 September 2016
Senin, 31 Agustus 2015
TIME TO COMING BACK
Selamat siang. gelap dunia kembali. sepertinya kelulusan hanya harum bunga sesaat sebelum pelik hidup selanjutnya. seperti binar lampu kota malang. hanya sesaat lalu hilang ditelaun pagi. ditelan matahari.
lihat aku. temukan aku di bilik rasa terdalam yang pernah ada. rasakan nafasku. hembus lelah bersama pelik hidup yang kujalani. aku berjalan. kali ini banyak yang menjadi batu dalam jalanku.
tidak menangis.
aku lebih kuat dari sebelumnya.
aku perempuan yang sebentar lagi dua satu.
aku perempuan yang sebentar lagi tidak lagi bersama teman teman yang kusayang.
aku perempuan yang rela membanting tulang demi selembar uang.
aku perempuan yang terus berjuang.
lihat aku.
aku perempuan. kamu laki-laki. apakah pantas aku lebih berjuang daripada kamu?
apakah pantas aku membebankan segalanya di pundakku.
tanggung jawab.
hahahahhahhahah. aku tertawa. dunia ini mulai kehilangan ritme indahnya. dunia ini mulai panik. dunia ini mulai bergemelut dengan riuhnya.
lihat aku. temukan aku di bilik rasa terdalam yang pernah ada. rasakan nafasku. hembus lelah bersama pelik hidup yang kujalani. aku berjalan. kali ini banyak yang menjadi batu dalam jalanku.
tidak menangis.
aku lebih kuat dari sebelumnya.
aku perempuan yang sebentar lagi dua satu.
aku perempuan yang sebentar lagi tidak lagi bersama teman teman yang kusayang.
aku perempuan yang rela membanting tulang demi selembar uang.
aku perempuan yang terus berjuang.
lihat aku.
aku perempuan. kamu laki-laki. apakah pantas aku lebih berjuang daripada kamu?
apakah pantas aku membebankan segalanya di pundakku.
tanggung jawab.
hahahahhahhahah. aku tertawa. dunia ini mulai kehilangan ritme indahnya. dunia ini mulai panik. dunia ini mulai bergemelut dengan riuhnya.
Selasa, 30 Juli 2013
TIPS MENERBITKAN BUKU
Kalau
teman-teman pikir Cuma penulis senior aja yang boleh menerbitkan buku? Itu salah
besar! Setiap orang sah-sah aja menerbitkan buku. Penerbitanpun sekarang udah
menjamur dimana-mana. Prosesnya juga udah nggak serumit dulu. Tapi tunggu dulu
meski kelihatannya mudah, jangan sembarang menerbitkan dan memilih penerbitan
yang belum bonafit. Berikut ada sedikit tips-tips dari saya, Semoga bermanfaat
buat teman-teman, Check this out!
1. KENALI
PENERBITAN
Menjamurnya
penerbitan di jaman sekarang kadang bikin kita bingung. Terlebih lagi untuk
penulis-penulis pemula seperti saya juga misalnya. Kita pasti sering
bertanya-tanya sendiri Penerbit ini bisa di percaya gak ya? Penerbit yang tepat
yang gimana? Gimana sih caranya nerbitin buku yang bisa masuk ke toko buku?
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengenali penerbitan. Kalau
penerbitannya ada di dalam kota sendiri, kita bisa datang ke kantornya langsung
buat sekedar tanya-tanya. Nggak usah bawa naskah kita dulu! Kenapa begitu,
takutnya nanti mereka langsung ngambil dan menggarap naskah kita meskipun kita
belum yakin dan percaya dengan penerbitan tersebut. Jadi sia-sia kan-.-..
2. CARI
PENERBITAN YANG BONAFIT
Penerbitan yang
bonafit minimal punya kantor, punya perjanjian hitam di atas putih. Kalau ngakunya
penerbitan tapi nggak ada kantornya nggak ada perjanjian hitam di atas putih
itu sih namanya PERCETAKAN! Oke teman-teman. Jangan mudah percaya apalagi
sampai membayar biaya penerbitan terlebih dahulu tanpa adanya perjanjian!
Banyak penipuan loh.. Kasihan kan kalau misalkan ada kerabat kita yang
susah-susah nulis buku tapi malah ditipu sama penerbitan abal-abal tersebut.
3.
LIHAT
PROSPEK PENERBITAN
Ehem. Adanya
penerbitan Indi atau penerbitan Independent itu memang memudahkan para konsumen
yang pingin nerbitin buku. Tapi teman-teman juga harus paham penerbitan Indi
itu cara kerjanya gimana. Dan lagi-lagi kalau misalkan buku kita udah terbit
gitu gimana masarinnya? Pemasaran oleh siapa dan gimana caranya. Itu semua
harus jelas dan transparan. Berdasarkan pengalaman saya nih, Saya pernah tanya
ke sebuah toko buku terkenal di Indonesia. Saya tanya langsung kalau buku dari
penerbit Indi bisa masuk gak ya ke toko buku ini, dan manager toko buku itu
langsung menjawab,
“Maaf mbak, kalau penerbit Indi
saya rasa hasil bukunya pun kurang memenuhi standard kecuali kalau konsumennya
udah banyak mungkin masih bisa dipertimbangkan untuk masuk ke toko buku ini..”
Oh gitu toh
ternyata. Jadi sebelum menerbitkan buku, terlebih dahulu kita harus bener-bener
paham hal-hal seperti ini. Kita harus bener-bener tahu prospek penerbitan yang
mau kita pakai. Sebenernya nggak ada yang salah kok pake penerbitan Indi maupun penerbitan yang udah ternama.
Keduanya ada
kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
4. ROYALTI
|
No
|
Masalah
|
Indi
|
Ternama
|
|
1.
|
Di terimanya naskah
|
Sangat Mudah
|
Sulit
|
|
2.
|
Biaya Penerbitan
|
Kebanyakan
ditanggung sendiri
|
Bermacam-macam,
tergantung perjanjian. Kalau di penerbitan yang saya pakai sekarang ada
beberapa optionnya. Option tersebut tentunya mempengaruhi royalty.
|
|
3.
|
Prospek masuk ke
toko buku
|
Kurang
|
Bagus
|
|
4.
|
Royalti
|
Biasanya sepenuhnya
milik penulis
|
Tentu saja
tergantung penerbit J
|
|
5.
|
Di anjurkan untuk
|
-Penulis pemula
(untuk mencari nama dan pengalaman)
-Penulis dengan
konsumen yang sudah jelas. (Misal dosen menerbitkan buku yang wajib dibeli
mahasiswanya)
|
-Penulis yang sudah
terkenal.
|
4. ROYALTI
Ini yang banyak
menjadi pertimbangan para penulis untuk menerbitkan buku. Royalti memang
menjadi polemic yang sering dibicarakan para penulis. Tapi ada baiknya untuk tidak
berharap terlalu tinggi pada royalti. Terlebih lagi untuk penulis-penulis
pemula. Saya sarankan anda untuk lebih mengenali siapa diri anda. Jelas tidak
sebanding jika anda membandingkan royalty yang anda peroleh dengan yang
diperoleh oleh penulis-penulis yang sudah ternama. Yang penting buku anda
terbit dulu! Menjadi penulis ternama adalah proses. Penulis ternama pasti juga
pernah berada pada tahap seperti anda.
5. PENTINGNYA
KOMUNITAS
Baik diterbitkan
sendiri maupun di terbitkan oleh penerbitan ternama komunitas sangat dibutuhkan
oleh para penulis. Selain untuk berbagi. Komunitas bisa menjadi sasaran yang
tepat pemasaran buku teman-teman J.
Terutama untuk penulis pemula, seperti saya juga misalnya. Komunitas sangat
dibutuhkan! J.
Jadi sudah bukan jamannya lagi penulis identik dengan orang pendiam, kuper
seperti yang ada di film-film jaman dulu. Penulis modern adalah penulis yang
memiliki jaringan pertemanan dan komunitas yang banyak. J!
6. ORANG
YANG MENERBITKAN SATU BUKU LEBIH BAIK DARI YANG BELUM PERNAH MENERBITKAN SAMA
SEKALI
Ubah mindset
anda. Jangan percaya jika banyak orang lebih hebat dari anda. Lebih senior dari
anda. Kalau mereka belum memiliki karya yang di akui, sedangkan anda sudah. Itu
artinya anda lebih hebat dari orang tersebut. Orang yang menerbitkan satu buku
lebih baik dari pada yang belum pernah menerbitkan sama sekali. Secara otomatis orang
yang menerbitkan dua buku juga lebih baik dari yang menerbitkan satu buku! J Itu sebabnya anda
harus bergerak cepat. Hancurkan anggapan orang-orang yang menjudge anda sebagai pemula dan belum bisa
apa-apa. Tunjukkan pada mereka kalau ANDA LEBIH HEBAT DARI MEREKA!
7. JADILAH
PENULIS YANG CEPAT
Keuntungan
menjadi penulis yang cepat dan aktif adalah anda bisa maju jauh dari penulis
yang lambat. Penulis yang cepat adalah penulis yang memulai menulis dan menyelesaikan
ceritanya setelah membaca artikel ini J.
Sedangkan penulis yang lambat tentu saja langsung menutup artikel ini dan membiarkannya sebagai bualan
belaka. Percayalah penulis ternama hanya terdiri penulis-penulis cepat yang
bersemangat. Waktu terus berjalan, kita tumbuh semakin tua setiap hari. Saya
saja menyesal kenapa di usia ke delapan belas saya saya baru bisa menerbitkan
buku. Padahal saya sudah menggeluti dunia tulis menulis sejak saya duduk di
kelas enam SD. Cukup saya sia-siakan enam tahun itu tanpa arti dan saya hanya
menjadi penulis ilusi. Penulis khayalan yang tidak memiliki karya.
8. JANGAN
TERLALU LAMA BERMIMPI. KERJAKAN MIMPI ANDA!
Jika anda ingin
menjadi penulis ternama dan anda tidak melakukan apapun itu artinya anda hanya
sedang berangan-angan. Mimpi itu untuk di kejar dan di wujudkan. Percayalah
anda pasti bisa mewujudkannya. Tak perduli berapa kali anda terjatuh anda harus
tetap percaya dan semangat anda bisa meraih mimpi anda.
9. BERBAGILAH,
JANGAN PELIT INFORMASI!
Berbagilah dengan
teman-teman anda. Semakin anda berbagi semakin anda menjadi orang yang di
cintai. Jangan pernah merasa sombong atas apa yang anda raih. Kesombongan hanya
akan menghancurkan anda. Terus bagikan informasi tentang apa yang anda tahu dan
bantulah sesama jika ada yang meminta. Jadilah penulis yang baik J!
10. SELESAIKAN,
TERBITKAN DAN JADILAH ORANG HEBAT!
Tunggu apa lagi?
Buka kembali laptop dan catatan anda. Selesaikan tulisan-tulisan yang belum selesai.
Buatlah date line kapan anda harus
menyelesaikan tulisan anda. Semakin cepat semakin baik. Terbitkan karya anda! Dan
buat pengakuan dari orang-orang yang pernah menjudge
anda sebagai pemula jika anda adalah penulis yang hebat dan tidak bisa
dipandang sebelah mata! Percayalah, tuhan selalu membantu hambanya yang
berusahaJ!
Semoga
bermanfaat untuk teman-teman J
,
Salam semangat
Anisa Elianti
(Penulis buku Jantung Hati Kejora & Perempuan)
Buku bisa di
dapatkan di toko buku TOGA MAS J
Atau untuk beli
ONLINE bisa hubungi 087859629409
Senin, 29 Juli 2013
PUBLISH YOUR BOOK!
Setiap
penulis pasti ingin punya karya? Bener gak sih kalau aku bilang gini? Kayaknya
bener deh. Menurutku “The real writer” emang wajib punya karya.
Jangan ngaku penulis kalau belum punya karya! Hehehehehe. Karya yang baik
tentunya nggak untuk disimpan aja dalam laptop teman-teman, tapi perlu juga
dipubilkasikan. Biar orang lain baca, biar orang lain tahu kalau teman-teman
adalah “The real writer” ciyeeee :D .
Cara publikasi karya macem-macem, misalnya dikirimkan ke surat kabar atau bisa juga di jadiin BUKU.
BUKU? SUSAH GAK SIH BUATNYA?
Pertanyaan
seperti ini pernah bersarang di benakku dua tahun lalu. Yah.. jaman-jaman aku
masih unyu-unyu, jaman-jaman Cuma nulis di note facebook atau sesekali nulis di
blog tapi nggak ada yang baca, nggak ada yang nge-LIKE sedih banget.
Mentok-mentok yang nge-LIKE di Fb juga 20 orang, itu udah paling banyak
sedangkan di blog waktu itu visitorku masih sepi banget. Mungkin karena belum
tahu gimana cara ngelola blog yang baik kali ya.. Ya meski sampai sekarang juga
sebenernya aku masih nggak tahu gimana caranya-.-.
JATUH BANGUN TULISANKU
Aku
pernah coba segala macam cara untuk publish tulisanku. Pernah ngirim ke surat
kabar, berkali-kali bahkan. Kalau di hitung mungkin jumlahnya ratusan. Mulai kirim
langsung sampai via email, tapi yang sering kali aku dapat adalah :
Sakit men >.<! hahahaha
Tapi aku nggak putus asa. Aku
terus kirim dan kirim terus ke majalah-majalah lain ataupun juga surat kabar
lain. Alhasil, ada juga yang dimuat juga kaya ini
Tapi
memang sih, kalau Cuma mengandalkan ngirim ke majalah-majalah atau surat kabar kemungkinan
diterimanya adalah 50 : 1. Jadi, lima puluh kali kita ngirim, kemungkinan
diterimanya Cuma sekali. Jumlah ini aku hitung dari jumlah kegagalan dan surat
penolakan yang pernah aku terima. Huhu u___u.
Tapi tenang aja, kemungkinan ini pasti beda-beda tiap orang. J
Ngirim
lima puluh karya dan Cuma dimuat sekali itu CAPEK! SEBEL! Dan USELESS banget!
Karena karya yang udah kita kirim itu nggak boleh dipakai lagi. Kalau sampai
karya tersebut diterbitkan di dua majalah yang berbeda dan ketahuan
masing-masing pihak bisa-bisa kita di BLACK LIST! Dan karya kita nggak akan
pernah dimuat di kedua majalah tersebut. Kemungkinan kayak gini kecil, tapi
bisa aja terjadi. Jadi dari pada ambil resiko, mending satu karya hanya dikirim
ke satu penerbit aja J!
Kalau
perhitunganku bener kemungkinan diterima Cuma 50 : 1. Berarti dari 50 karya, 49
karyanya sia-sia kebuang dong??!! Hmh Rugi banget sumpah. Dari pengalaman ini
aku belajar banyak. Dari pada ngirim karya dan kemungkinan diterimanya Cuma segitu,
gimana kalau terbitin karya kita sendiri?
“INDEPENDENT
WRITING”
Apaan tuh? Istilah kaya gitu
mulai aku kenal sejak masuk kuliah tahun 2011. Awalnya aku lihat kakak
tingkatku yang waktu itu nerbitin karyanya sendiri (cetak-cetak sendiri
jual-jual sendiri) :D namanya Mbak Linda sama Mas Fahmi :). Lalu istilah itu
semakin nggak asing lagi setelah ada penulis yang karyanya lumayan banyak dan
dia ngadain acara bedah buku di fakultasku. Aku lupa namanya tapi penulis itu
juga “Independent Writing” jadi semua karyanya diterbitkan dengan biaya
sendiri.
Keren
juga bisa punya buku dengan cara kayak gitu. Yaudah aku coba nulis buku. Karena
nggak pede jalan sendirian takut bingung dan gimana-gimana aku nulis bukunya
bareng-bareng sama sahabat+partner setiaku, Ni Luh Ayu Sukma J
Ini fotonya :
*kiri : Anisa Elianti (Aku),
Kanan : Ni Luh Ayu Sukma.
Itu sebabnya kenapa nama pena
kita “Sukma Elianti”. Nama itu diambil dari nama belakang kita masing-masing .
Ni Luh Ayu Sukma & Anisa Elianti.
Nerbitin
buku sendiri susah gak sih? Gampang kok tinggal cetak aja. Tapi kendalanya ada
di dana. Yah maklum Kita berdua Cuma mahasiswa dengan uang saku yang gak
banyak-banyak banget. Terlebih lagi kita berdua boros, susah nyimpen duit L susah pokoknya!! Tapi
keinginan kita kuat. Kita harus punya BUKU! Akhirnya kita nabung deh.
Dibela-belain sumpah sampai bawa-bawa bekal buat berhemat uang. Ckckckkck! :D
Mungkin ini hal paling mengenaskan yang pernah kita lakuin tapi nggak papa.
Kerja keras kita akhirnya membuahkan hasil :D
Taraaa:DDDD \m/
#BUKU PERTAMA : JANTUNG HATI
KEJORA
By : Sukma Elianti
Publisher :Donat Sastra
Tanggal terbit : 18 Juli 2012
Tanggal terbit : 18 Juli 2012
Kita nyetak buku ini dibantu Mas
Fahmi dan Mbak Linda =D. Thanks Kakak-Kakak =D. Waktu itu cetakan kita nggak banyak, nggak
sampai lima puluh eksemplar tapi Alhamdulillah tiga hari SOLD OUT! J dan kita udah cukup
seneng. Dari situ akhirnya kita dapat sedikit pengakuan sebagai penulis. Ciye
ciyeee…
JADI PENULIS PERLU DANA?
Iya emang. Kayaknya emang hari gini nggak ada yang gratis. Kita sempet putus asa, sempet kecewa sama mimpi kita yang ternyata harus di kejar pakai duit. Sedangkan kita sendiri belum kerja. Duit dari mana coba? Satu hal yang jelas dan pasti. Kita nggak akan pernah minta sepeserpun ke orang tua kita untuk bayar biaya penerbitan. Nggak akan pernah! Kita nggak mau nyusahin, nggak mau dianggap manja. Ini mimpi kita, jadi harus kita kejar sendiri! Jatuh bangunnya ya biar Cuma kita yang tahu. Biar Cuma kita yang rasain. Orang tua kita cukup tahu kalau kita baik-baik aja, dan kita bisa berhasil suatu hari nanti.
***
Aku
sama Ni Luh sering mampir ke perpus kota kalau jam kosong. Bukan buat baca buku
si sebenernya. Tapi buat mampir ke bakso yang ada di kantin perpus-____- (Jujur
banget). Sampai suatu hari aku nemuin brosur iklan Penerbitan “BAYU MEDIA” yang
ditempel di papan pengumuman. Aku coba hubungin penerbitan tersebut dengan ajak
Ni Luh juga tentunya. Dari brosur itu kita kenal sama seseorang yang bantu kita
banget namanya Mas Gede :D. Orangnya baik banget.
Setelah
kontak sama Mas Gede, pertama-tama kita kita ngumpulin cerpen-cerpen kita yang
mulai berjamur di laptop. Nggak lama setelah itu kita stor naskah ke Mas Gede.
Cuma tiga hari, dan naskah kita udah di lay-out K.
Naskah dikembalikan lagi ke kita buat kita edit. Waktu itu penerbitan minta
kita 50 : 50. Artinya biaya penerbitan ditanggung kita separuh dan sisanya
ditanggung penerbitan. Aku sama Ni Luh sempet kedip-kedip bingung. Yang
lagi-lagi kita pikir adalah duit dari mana? K.
Bener lebih ringan dari yang pertama tapi tetep aja kita nggak punya duit K.
Dua
bulan naskah ada ditangan kita dan belum kita serahin lagi ke penerbitan karena
kita nggak punya dana buat bayar biaya penerbitan. Sampai akhirnya Mas Gede hubungin
kita lagi dan akhirnya BAYU MEDIA mau membiayai penerbitan buku kita 100
persen. Thanks GOD! Kita di modalin :D. Hihihihi. Buku kita dicetak 300
eksemplar J. Tapi
sebagai gantinya yang 100 eksemplar harus kita jualin sendiri. Mungkin buat
ganti biaya penerbitannya. Sedangkan yang 200 nya disebar di 33 cabang Toko
buku TOGA MAS yang ada di Indonesia.
Ini bukunya J
#BUKU KEDUA : PEREMPUAN
By: Sukma Elianti
Tanggal terbit : 4 Juli 2013
Tanggal terbit : 4 Juli 2013
Pemesanan masih bisa : HUBUNGI : 087859629409
Tersedia juga di Toko Buku TOGA
MAS J
Dari 100 buku yang harus kita
jualin sendiri itu Alhamdulillah udah hampir terjual semua dalam waktu kurang
dari satu bulan J.
Padahal kita lagi libur kuliah, dan yang beli kebanyakan masih orang luar. Kita
berharap kalau udah masuk kuliah penjualan buku kita makin JOSS lagi !:D dan suatu
hari nanti buku kita bisa jadi BEST SELLER! Amin Amin Amin.
***
Capek
juga nulisnya.. Ini sedikit cerita tentang penerbitan bukuku teman-teman J. Jangan pernah takut
gagal dan terus berus berusaha. Karena sekecil apapun usaha pasti membuahkan
hasil J!
Tuhan kita nggak pernah tidur teman-teman, kalau kita mau berusaha pasti ada
jalan J!
Jangan
pernah bermimpi jadi orang yang sukses kalau nggak pernah mau gagal dan gak mau
jalanin prosesnya. Mungkin kemarin aku masih ngesot, sekarang sudah merangkak,
suatu hari nanti aku percaya pasti bisa berjalan bahkan berlari! J. Nggak ada penulis
yang langsung sukses kaya di film-film. Jadi penulis terkenal aja juga pasti
butuh proses J .
Senang bisa berbagi dengan teman-teman. Tetap berbagi, Jangan sombong dan
Semangat \n_________n/!
Oh iya kalau mau share dan
tanya-tanya seputar kepenulisan dan penerbitan bisa hubungi aku di
Email : anisaeliantidua@yahoo.com
Twitter : @icalianti
Aku pasti bales pesan dari
teman-teman J.
Sabtu, 27 Juli 2013
KAMERA ISTIMEWA
Aku
bukan perempuan yang buruk rupa. Wajahku lumayan. Lumayan terlihat cukup cantik diantara teman-temanku.
Meski demikian, aku tak lantas memiliki percaya diri yang besar. Bagiku aku hanya
satu dari banyak perempuan-perempuan yang lebih istimewa. Aku sering takut
berda diantara orang-orang yang tidak kukenal. Aku sering berjalan menunduk.
Kurasa selalu ada yang terasa salah dari diriku. Entah apa, aku tak mengerti. Kudengar
beberapa lelaki memujaku. Aku perduli pada mereka walaupun tak tahu pasti harus
seperti apa aku menanggapi pujaan mereka. Menurutku, aku belum menemukan
seseorang yang benar-benar pas denganku.
Tidak
bereda jauh denganmu, Laki-laki yang istimewa. Kudengar beberapa teman wanitaku
memujamu. Aku selalu mengiyakan dan mendenga cerita mereka tentangmu meski aku
sendiri tak tahu apa yang sesungguhnya mereka puja darimu. Dua sahabatku pernah
dekat denganmu meski mereka berdua berteman.
Tapi sama saja kurasa, keduanya hanya dekat lalu tak ada cerita kelanjutanya
lagi. Iya, hanya sekedar dekat saja seperti yang sering kulakukan pada
lelaki-lelaki itu. Aku mencoba memposisikan dirimu sebagai aku. Mencoba
merasionalkan alasan mengapa kau sering dekat dengan banyak perempuan.
Sudah
kukatakan sebelumnya kau Istimewa. Profesimu mudah sekali dekat dengan
perempuan-perempuan cantik sekaligus mudah juga untuk menarik perhatian mereka.
Fotografer. Profesi yang sempurna bukan? Sama seperti kamera, kau memiliki lensa untuk melihat berpasang-pasang
mata terindah di dunia. Kau juga
memiliki flash untuk menebar
karismamu pada yang lain. Kau juga memiliki diafragma
untuk mengatur intensitas karismamu agar tak terlalu gelap namun juga tak
terlalu terang. Tentu saja kau juga memiliki shutter atau pembidik untuk membuat melumpuhkan ribuan pasang mata
terindah jatuh hati kepadamu.
Sangat
istimewa bukan? Tapi aku masih tak juga mengerti mengapa sahabat-sahabatku
jatuh hati padamu. Aku yakin alasan ini bukan sekedar karena keistimewaanmu.
Aku yakin kau memiliki hal lain. Hal yang lebih istimewa tentunya. Aku mencoba
mengamati semuanya ketika tadi aku bertemu denganmu. Dari sudut mata hingga
ujung kaki, tak ada yang terlewat. Mungkin kau tak merasa, tapi percayalah aku
melakukannya dengan seksama. Aku hanya ingin tahu, dari mana kau membuat
sahabat-sahabatku jatuh hati.
Aku
mendapatkan jawabanya. Jawaban yang
istimewa. Kau berbeda, itu alasan mereka meletakan hati padamu. Kali ini aku
benar-benar mengerti jika kau tak sama dengan lelaki kebanyakan. Dari cara
bicaramu, aku tahu lau bukan pembual seperti lelaki yang sering kutemui. Dari
pengamatanku, kau pekerja keras, saat kawan-kawanmu yang lain sibuk mengemis
uang mati-matian pada orang tuanya malah kau mati-matian bekerja. Istimewa
sekali bukan? Bila jawaban ini tidak kau setujui, kurasa kau tak berhak untuk
mengatur jawaban personal seseorang. Setiap orang sah-sah saja memiliki personal berbada, dan
ini adalah personalku. Jadi ini keistimewaanmu? Pantas saja kau membuat kawan-kawanku
meletakkan hatinya kepadamu.
Tapi
pengamatanku terhenti pada suatu titik di tanganmu. Apa itu? di tanganmu? Iya
di tanganmu. Kuharap aku salah lihat. Tapi aku yakin dengan pengelihatanku. Aku
sudah menyipitkan mataku dan melihat dengan detil bekas di tanganmu. Seperti bekas
sayatan yang dalam. Aku pernah mengenal seseorang yang suka menyayat kulitnya
sehingga aku benar-benar tahu mana bekas sayatan dan mana bekas goresan benda
lain. Aku mencoba merasionalkan pikiranku. Apakah mungkin laki-laki yang sangat
istimewa sepertimu memiliki bekas seperti itu? Siapa yang membuatnya? Apakah
kau? Apakah laki-laki seistimewa kau pernah dirundung duka yang membuatmu hingga
melakukan hal seperti itu? Kau menyadari pengamatanku, kemudian dengan sigap
kau menutup lenganmu,
“
Kamu lihat apa?” Tanyamu,
“Eng..
enggak.. nggak lihat apa-apa” Jawabku gugup.
Hai lelaki istimewa. Tak perlu
kau sembunyikan. Kurasa luka tak hanya milik manusia tak sempurna, tapi juga manusia
istimewa sepertimu. Luka berhak tumbuh dimana saja bahkan dihatimu. Untuk itu,
kuberi tahu kau, Jika banyak wanita yang jatuh hati padamu. Jika banyak sekali wanita
yang meletakkan hatinya di tanganmu. Kau
sangat istimewa. Kau bisa menjadi pemegang belati untuk banyak hati wanita
cantik. Tetap berbaik hatilah, jangan kau buat luka yang melintang di hati
mereka. Ku beritahukan ini padamu karena kau benar-benar istimewa.
Jumat, 26 Juli 2013
LUKA LAMA
Seperti yang kau lihat. Aku
remuk. Seluruh hatiku kau bawa dan kau meninggalkan aku sendiri disini. Aku seperti
kehilangan oksigen untuk bernafas. Kehilangan daya untuk bergerak. Kehilangan
semangat untuk bertahan. Sayang, bagaimana bisa kau tetap baik-baik saja
sementara kau menghancurkan aku disini. Bagaimana bisa kau mengucap bangga
setelah meninggalkanku? Apakah kau bangga dengan ribuan air mata yang
kujatuhkan untukmu? Apakah kau bangga dengan menghancurkanku? Manusia macam apa
kau? Bagaimana bisa kau berlaku sejahat itu? Aku lihat seluruh mata memandang
iba kepadaku. Mungkin mereka mengasihani aku. Mereka memandangku sebagai
pengemis cintamu. Silahkan saja. Aku tak perduli orang lain berkata apa
tentangku. Aku memang hancur saat kau pergi. Entah mengapa dunia terasa gelap
seperti malam sepanjang waktu. Kau berhasil membuatku terjatuh. Kau berhasil mempermalukan
aku di depan mereka. Kau BERHASIL Sayang!
Apakah
ini kebahagiaanmu? Apakah dengan menghancurkanku lantas kau merasa bahagia? Kau
memang penguasa hatiku. Penguasa seluruh rasa. Aku tak perduli dengan ribuan
hari yang telah berlalu tanpa kehadiranmu disini. Yang aku tahu, aku harus
tetap bertahan dan melanjutkan hidupku. Aku menulis banyak sekali cerita
tentangmu meski mungkin tak pernah kau baca. Mungkin kini ceritaku sudah
menembus kotamu. Kota tempat bidadari cinta menyambung hidup. Selalu kubisikan
pada sahabat-sahabatmu, Aku memiliki luka yang menguatkanku, luka yang kau
buat, luka karena seorang perempuan terlalu jatuh cinta.
Dari luka itu, aku bercerita
tentangmu, Sayang.
Jumat, 21 Juni 2013
NOVEL KEDUA: #PEREMPUAN
Alhamdulillah. Thanks God! Akhirnya novel kedua ini jadi
juga! Dengan kerja keras dari aku dan partner setia sekaligus bestiesku yang
cacat banget Ni Luh Ayu serta bantuan Mas Gede yang amat sangat banyak dan
dengan bantuan Allah tentunya akhirnya novel ini jadi :”). Alhamdulillah..
Alhamdulillah.. Percaya deh, Tuhan itu benar-benar ada dan selalu kasih jalan
sama orang yang bener-bener mau berusaha. Terbukti, novel kedua kita :”)
#PEREMPUAN by Sukma Elianti.
Kenapa judulnya #PEREMPUAN? Alasan pertama
karena kita perempuan. Haha jayus banget kalau Cuma itu aja. Nggak, kita angkat
tema sekaligus judul ini untuk mengutip kisah dari perempuan-perempuan dengan
latar belakang yang beda-beda. Dari perempuan-perempuan yang tidak sempurna,
perempuan-perempuan terluka, perempuan-perempuan berbeda, perempuan-perempuan dengan cinta tak sempurna:”)
Ready : JULY
Harga persahabatan 29 ribu aja:"D (temui saya langsung)
(kalau langsung kirim atau luar kota nambah lg yaa..:*)
(kalau langsung kirim atau luar kota nambah lg yaa..:*)
yang serius minat bisa hubungi : ica-087859629409
Makasii :")
Tersedia juga di TOGA MAS :"D
Makasii :")
Tersedia juga di TOGA MAS :"D
Sabtu, 01 Juni 2013
LONG DISTANCE RELATIONSHIP
Aku minta maaf, mungkin aku bukan orang yang bisa jaga hati kamu. Aku ada disini, sementara kamu? Ada di ratusan kilo meter dari tempat aku berada. Aku bingung gimana cara jaga hati kamu disana. Apa harus aku jaga jarak dengan orang-orang yang ada di sini? Gitu? Biar hati kamu tetap tenang disana. Lalu kalau ada apa-apa sama aku disini, aku minta tolong siapa? Teriak-teriak ke kamu, paling-paling kamu cuma bisa telfon dan itu nggak nyelesaiin apa pun.
Kamu tahu, aku orang yang gampang banget bingung kalau nggak ada siapa-siapa? Aku sama penakutnya sama kamu waktu kamu sendirian. Aku jadi inget waktu kamu sendirian dan telfon aku sama marah-marah karena aku cuekin padahal kamu cuma sendirian dalam waktu beberapa jam, sedangkan aku? Aku udah ngalamin itu hampir tiap hari Dear...
Kamu selalu ngasih hal-hal yang
nggak aku minta dan nggak aku butuh kaya liburan, makan dari ujung Suhat sampai
ujungnya lagi. Traktir temen-temen dan ngebiarin orang lain lihat itu semua. Seolah-olah
aku yang minta itu semua ke kamu padahal nggak sama sekali!
Kamu tahu, aku nggak butuh liburan. Aku juga nggak butuh makan sebanyak itu.
Aku bukan dinosaurus yang makannya banyak. Aku juga nggak butuh kamu traktir
semua temen-temen aku karena itu semua nggak penting menurutku! Lebih penting
kamu ada disini. Makan biasa-biasa aja sama aku. Kamu kerja disini. Kamu
nemenin aku disini. Aku rasa, itu yang lebih aku butuhkan dari kamu.
Kamu bilang, kamu kerja buat nyenengin aku. Mana? Aku jadi bingung definisi seneng itu apa. Apa kamu pikir seneng itu liburan ke Karimun Java, makan dari ujung Suhat sampai ujungnya lagi? Iya? Kamu tahu bagi aku itu semua biasa aja? Nggak ada yang special menurutku. Sekarang, aku tanya sama kamu, kapan kamu nyenengin aku? Aku bukan orang yang bakal jadi istri kamu Dear... jadi sebenernya buat apa kamu kerja jauh-jauh seperti ini? Duit juga kamu tabung-tabung sendiri buat hidup kamu. Kamu kerja bukan buat nyenengin aku Dear, tapi buat nyenengin hidup kamu sendiri.
Kadang, aku selalu ketawa sama nangis dalam waktu yang bersamaan waktu kamu beliin aku makanan-makanan yang nggak aku suka sama sekali. Roti rasa buah-buahan, snack rasa keju, susu rasa vanilla. Dari situ udah kelihatan banget kalau kamu nggak pernah bener-bener kenal aku. Kita pacaran bukan sehari dua hari, udah setahun lebih. Tapi makanan yang aku suka dan aku nggak suka aja kamu masih nggak ngerti.
Kalau
suatu hari nanti aku selingkuh. itu bukan berarti aku nggak cinta sama kamu.
Aku sudah berusaha jaga sebaik mungkin hubungan kita. Tapi ada kalanya pasti
aku nggak kuat, dan aku juga butuh dijagain orang disini. Aku sakit dear, aku
punya radang akut di paru-paruku. Kadang air mataku jatuh tiba-tiba karena aku
nggak bisa nafas. Rasanya sesak dear. Apa lagi kalau aku lagi nangisin kamu
yang keras kepala. Dadaku sering sakit dan aku Cuma bisa diem. Aku udah bilang
sama kamu kalau aku sakit. Kamu bilang kamu perduli sama aku. Tapi mana?
Paling-paling kamu Cuma nanyain dari telfon aku keadaanku atau bawa aku ke
dokter dua bulan sekali waktu kamu pulang cuti. Itu pun juga masih nggak pasti.
Kamu tahu dear, sakitku nggak Cuma kambuh dua bulan sekali waktu kamu cuti, tapi
bisa aja sewaktu-waktu. Kalau sakitku kambuh waktu kamu lagi nggak ada disini.
Aku gimana Dear?
Dengan
keadaan seperti ini aku nggak bisa sendirian sebenernya. Tapi demi kamu, aku
berusaha untuk kuat kuat dan kuat. Kamu bilang kamu dan aku sama-sama nguat-nguatin
hubungan ini. Kamu salah sepertinya. Kita beda misi. Beda tujuan. Kamu disana tujuanmu untuk kerja buat nyenengin
hidup kamu sendiri. Tapi aku disini, tujuanku Cuma pengen seneng sama kamu. Dan
konsekwensinya aku harus nunggu kamu, nunggu dan nunggu itu membosankan.
Aku
takut cintaku ke kamu habis di jalan karena terlalu jauh jarak yang membentang
diantara kita. Aku juga takut cintaku nggak kuat nyebrang laut, jadi tenggelam
di tengah-tengah laut. Aku juga takut cintaku udah lelah dengan keadaan yang
seperti ini. Aku takut cintaku udah nggak bisa lagi sampai ke kamu. Aku takut
ingkari janji kita untuk saling cinta satu sama lain. Tapi sekali lagi aku
bilang sama kamu, aku bukan orang yang bakal jadi istri kamu.
Karena…
Dear,
radang di paru-paruku bukan radang biasa. Aku baru tahu kalau aku kena kangker.
Dan waktu di diagnosis dokter, ternyata kangker ini udah masuk stadium akhir.
Aku susah nafas belakangan dan aku jadi lebih sering batuk-batuk darah. Pernah
suatu ketika waktu jam kamu kerja aku bener-bener nggak bisa nafas. Aku coba
ambil handfon buat nelfon kamu, tapi nggak kamu angkat. Mungkin kamu lagi
sibuk. Setelah itu badanku jatuh ke lantai baru kamu telfon-telfon aku berulang
kali tapi aku nggak pernah angkat telfon dari kamu sama sekali. Aku nggak marah
dear sama kamu. Tapi sekarang, mungkin aku emang nggak akan pernah bisa angkat
telfon kamu lagi. Nggak lama setelah aku jatuh di lantai, aku di bawa ke rumah
sakit sama Mama Papa. Tapi sayangnya, nyawa aku keburu pergi sebelum aku sampai
di rumah sakit.
Kamu
tetep telfon berkali-kali ke handfon aku sampai batraynya abis. Kamu sms dan
BBM berkali-kali ke handfonku tapi aku nggak pernah baca lagi. Kamu tetep nggak
tahu kalau aku udah nggak ada sampai temen-temenku yang ada di BBM kamu ganti
Display picturenya sama salah satu foto aku dan ganti PMnya dengan ucapan,
“RIP
Clarissa. Semoga kamu tenang di sisi tuhan 0:)”
Badanmu
terhuyun jatuh ke lantai baca PM itu. Aku tahu perasaanmu, mungkin kamu jadi
orang yang ngerasa paling bodoh di dunia ini. Mungkin kamu nyesel. Tapi buat
apa disesali. Mungkin emang ini jalannya cinta kita. Udah takdirya emang kaya
gini. Itu sebabnya aku bilang sama kamu, kalau aku bukan orang yang bakal jadi
istri kamu.
“Dear…
Kalau suatu hari nanti kamu sayang sama orang lain, tolong ya… Jaga dia lebih
baik lagi, jangan tinggalin dia Cuma karena urusan cari uang dan materi. Rejeki
ada dimana-mana Dear… Nggak Cuma ada di ratusan kilo meter tempat kamu kerja
itu… Sebab kita sama-sama nggak tahu apa yang akan terjadi sama orang yang kita
sayang pada detik yang akan datang. Kalau kamu bener-bener sayang dia, harusnya
kamu ada di sampingnya… Jaga dia baik-baik Dear… Aku selalu sayang kamu.”
Sabtu, 06 April 2013
MANTAN (satu)
Aku telah sampai di
persimpangan jalan.
Dimana akan kubuat
keputusan yang mempengaruhi hidupku selanjutnya.
Akankah aku tumbuh
dewasa dan menjadi lebih baik denganmu.
Ataukah aku kembali
pada jalan kita semula?
Apapun keputusanku.
Aku harap kau tetap berada di situ.
Sebagai bagian dari
masa lalu.
Serta sebagai akhir
dari kisahku.
Akhir akhir.
Semoga tak akan ada
luka seperti yang menemani akhir.
Semoga.
***
Selamat
datang masa lalu. Selamat masuk kedalam hidupku lagi. Apa kabarmu? Kuharap kau
selalu baik-baik saja. Masih ingat siapa aku? Aku memori yang melepaskan
dirinya darimu. Aku orang yang selalu takut. Takut pada apa saja. Pada
orang-orang asing terutama. Orang-orang yang tak menyukaiku kurasa. Aku selalu
takut jika seorang diri berada dalam keramaian. Sangat berbeda sekali denganmu.
Orang yang tak pernah takut. Orang
yang tak pernah sendiri. Orang yang sangat menyenangkan kurasa. Aku bersyukur
kau ada disini. Denganku. Karena jika bersamamu aku tak pernah merasa takut
sedikitpun. Aku merasa aman.
Aku
tak ingin mengingat apapun tentangmu di masa lalu. Terlalu remuk kurasa. Aku
ingin menelan masa lalu kita bulat-bulat. Menghabiskannya tanpa menyisakan
sebutir kisah pun tentang aku. Tentang kamu.
“Bisa
berhenti membicarakan masa lalu?”
Itu kata-kata yang selalu kau
ucap saat aku kembali membicarakan memori-memori lama kita.
Selama
tak bersamamu aku sering mempelajari rintik hujan yang jatuh ke bumi. Tanpa
kusangka setiap rintik memiliki bunyi yang berbeda. Seperti rintik dari langit
yang hanya sedikit tertutup awan, atau rintik saat langit begitu penuh dengan
gumpalan awan gelap. Aku juga mencoba berjalan di bawah hujan. Mencoba mencari
ketenangan dalam celahnya. Terkadang rintik hujan terasa lembut menyentuh
kulitku. Tapi di saat yang lain entah mengapa menjadi terlalu tajam.
Benar-benar tajam. Aku sering menahan tangis di bawah hujan. Entah mengapa
hujan selalu bisa membawa seseorang terhanyut kedalam memori.
Memori yang mana?
Memori yang terletak di bagian terdalam hati.
Memori yang sesungguhnya tak pernah beranjak selangkahpun dari hatiku.
Masih tentangmu sayang, masih tentangmu.
Seseorang yang hidup di masa lalu.
Seseorang yang pernah menguasai hati dan pikiranku.
Mantan.
Air mata yang kutahan ternyata
meluap dari balik mataku. Semula sengaja kusembunyikan air mata itu. Aku tak
ingin seorangpun melihatku dalam kondisi selemah ini. Kecuali kamu. Kamu yang
dapat memahamiku hanya dari tatapan mataku.
Segala sesuatunya
dapat kau mengerti tanpa terlalu banyak aku berkata padamu.
***
Aku
mencintaimu? Tentu saja. Dan aku yakin tetap aku yang berada didasar lubuk
hatimu. Meski mungkin kau tak pernah mengatakan apapun padaku. Tak pernah
terlalu banyak berkata tentang apa yang kau rasakan padaku. Tapi tahukah kau?
Aku juga memiliki kemampuan yang baik dalam membaca hatimu yang tampak rumit
dan tak pernah memiliki kejelasan itu. Aku sering bicara denganmu dalam diam.
Dalam kata yang tak pernah kita ucapkan satu sama lain.
Lalu
apa yang membuatku dan kamu terpisah begitu jauh dan begitu lama? Mungkin tak
banyak orang mengerti tentang apa yang pernah kita jalani. Mungkin hanya akan
mengundang tawa mereka. Bagaimana bisa dua orang yang seperti bumi dan langit
saling jatuh cinta. Saling memiliki hati yang meluap satu sama lain. Sekian
dalam kurasa. Serta begitu banyak
kebetulan yang terjadi padaku dan padamu. Termasuk pertemuan kita. Kebetulan? Ah tidak juga. Aku rasa ini adalah takdir yang
digariskan padamu dan padaku. Karena segala sesuatunya tak pernah benar-benar selesai.
“Kau
masih menyayangiku?” Tanyaku.
“Tentu
saja” Jawabmu.
Langganan:
Postingan (Atom)





.jpg)





