Selasa, 31 Juli 2012

PERJUANGAN PARA CREATIVE MONSTER


Planet Creative dalam keadaan bahaya. Mal si monster laba-laba blasteran gurita sedang melancarkan aksi jahat untuk menguasai Planet Creative. Penyerangan pertama dimulai dengan menyebarkan penyakit berupa jamur kulit berbahaya yang mewabah di Planet Creative. Buruknya penyakit kulit ini menyerang seluruh penghuni Planet Creative, Yaitu Creative Monster. Mereka mengalami keadaan yang berbeda-beda. Proton dengan kondisi yang paling parah karena seluruh tubuhnya ditumbuhi jamur, disusul oleh Vigor yang terserang dibagian kedua tangannya kemudian Slumber yang terserang di bagian satu kakinya. Dan yang paling ringan Smarty, hanya terserang di bagian hidungnya. (emang monster punya hidung? Anggep aja punya)
                Jamur kulit ini bukan jamur kulit biasa. Awalnya ia hanya berupa bulatan ungu yang tumbuh di kulit para creative monster. Dalam hitungan hari jamur mulai menyebar dan mematikan saraf-saraf para creative monster. Setelah seluruh saraf mati total. Otak para creative monster dapat dikendalikan dengan oleh Mal, dengan kata lain para creative monster dapat dengan mudah bersekutu dengan Mal. Hal ini menjadi polemic yang cukup seram dalam dunia permonsteran. Ulah mal semakin menjadi-jadi. Serangan kedua dilakukan Mal dengan cara meracuni matahari di planet creative. Jadi, sinar matahari di planet ini bersifat beracun dan dapat membuat mati apa saja yang terkena sinarnya. Hal ini membuat para creative monster harus bersembunyi di dalam gua di pedalaman yang kedap sinar matahari. Serta hanya bisa beraktifitas pada malam hari untuk melawan Mal.
                Kondisi Proton yang semakin memburuk membuat para creative monster lain merasa kualahan. Proton tak sanggup lagi berjalan, dan ia hanya diam saja sepanjang hari, ya bisa dibilang kalau dalam dunia manusia dia mengalami koma. Sehingga ketiga monster lain harus menggendong Proton secara bergantian ketika mereka pergi kemana-mana. Mengingat kesetiakawanan keempat monster, mereka pun selalu pergi bersama-sama. Kemana-mana bersama. Ke toilet bersama? Oh men! Semoga saja tidak. Hahahahha.
                Smarty tidak tinggal diam untuk menghadapi permasalahan yang cukup serius ini. Dia terus berpikir bagaimana caranya agar dia dan ketiga temannya dapat mengembalikan keadaan planet creative seperti semula. Tapi kali ini pikiran Smarty memang sedang buntu. Dia tidak bisa mendapatkan ide apapun. Smarty mengalami kegalauan yang lumayan serius.
                Akhirnya pada suatu hari ketika hari menjelang pagi dan ketiga monster tengah berjalan menuju goa di pedalaman dengan posisi Smarty tengah menggendong Proton yang tidak berdaya, Tiba-tiba Slumber berkata,
                “Seandainya kita racuni Mal, dan Mal keracunan (ya pastinya lah) pasti dia nggak bisa membuat keadaan planet creative seperti ini?”
                “Tapi gimana caranya Slumber? Secara gitu, (Sejak kapan Smarty jadi makhluk alay??!) Mal bukan makhluk bodoh yang gampang diracuni gitu aja!” sahut smarty.
                “Tapi nggak ada salahnya juga dicoba, kita harus bisa mengalahkan Mal!”
Tiba-tiba Proton yang koma bersuara,
                “Iya, positive thinking dong! Nggak ada salahnya mencoba!”
                “Proton!!” Seru ketiga monster.
Diikuti dengan aksi dilemparkannya Proton oleh Smarty karena Smarty merasa kaget.
                “Proton kamu nggak papa?” tanya Vigor yang segera menghampiri Proton yang terguling-guling di tanah. (Proton terguling seperti aksi roll depan roll belakang, jadi mula-mula dia terguling maju lalu mundur dan kembali ke posisi semula).
                “Sorry Proton, kamu nggak papa?” sahut Smarty yang merasa bersalah.
                “Iya Proton, jangan mati Proton jangan mati!!” teriak Slumber yang tiba-tiba berubah menjadi alay karena khayalannya sendiri.
Proton merasa pusing dijejali ketiga pertanyaan teman-temannya. Kemudian ia kembali koma. Tak berkutik kembali. (Kasian amet?)
                “Tu kan dia Matii!!” Slumber histeris.
                “Hush! Dia nggak mati, Cuma koma dodol!” kata Smarty.
                “Iya dia harus tetap bertahan hidup!” seru Vigor.

<a href="http://glen-tripollo.blogspot.com/2012/07/creative-talks-flash-fiction-contest.html" target="_blank" alt="Creative Talks' Flash Fiction Contest"><img src="http://i901.photobucket.com/albums/ac219/gurenz/bannerff.jpg" width="200" height="200"/></a>

Keempat monster pun meneruskan perjalanan menuju Gua di pedalaman. Karena Smarty lelah menggendong Proton, tibalah waktu Slumber yang harus menggendong Proton.
Sampailah keempat monster itu di dalam Gua. Slumber terlihat pucat pasi karena kelelahan menggendong Proton dan Smarty terlihat galau sekali karena ia terus berpikir bagaimana cara mengalahkan Mal. Setelah mengalami perdiskusian yang cukup panjang, akhirnya para monster sepakat dengan ide Slumber untuk meracuni Mal. Tapi bagaimana caranya? Smarty terlihat semakin galau maksimal. Sementara Vigor yang masih paling bersemangat hingga melompat-lompat saking semangatnya membuat Smarty semakin galau. Tiba-tiba Slumber berkata,
                “Coba aja ada perempuan diantara kita, lalu dia menggoda Mal, pasti dia dapat meminumkan racun kepada Mal dengan mudahnya”
Smarty melirik Slumber,
                “Ide cerdas!, tapi masalahnya siapakah yang mau jadi perempuan jadi-jadian?” Kata Smarty.
Smarty dan Slumber melirik Vigor yang masih melompat-lompat seperti kutu. Karena tingkahnya lebih mirip kutu daripada monster yang semestinya serem.
                “Aku?”
                “Iya, kamu!” Jawab Slumber.
                “Kamu yang paling cocok!”  Tambah Slumber.
                “Oh Men!”  Vigor pura-pura koma.
Tapi itu tidak membuat Smarty dan Slumber mengurungkan niatnya. Malam itu juga Smarty dan Slumber mendandani Vigor habis-habisan, memasangkan rumput diatas kepala Vigor sebagai rambut seperti layaknya seorang gadis sehingga kini penampakan Vigor malah lebih mirip banci daripada Monster. Malam itu juga mereka melancarkan aksi untuk meracuni Mal.
                Pertama-tama Smarty membuat ramuan beracun untuk meracuni Mal. Kemudian membawa Vigor ke tempat Mal dan memaksa Vigor yang sudah berdandan seperti banci untuk menggoda Mal dengan berpura-pura sebagai seorang gadis yang ingin menjadi permasyuri Mal. Serta membujuk Mal meminum ramuan dari Smarty yang telah dibawa oleh Vigor. Sementara ketiga Monster lain sengaja bersembunyi di dekat kediaman Mal, berjaga-jaga apabila aksi ini gagal mereka harus cepat menyelamatkan Vigor.
                Semua berjalan baik-baik saja hingga Vigor berhasil masuk ke rumah Mal dan membuat Mal meminum ramuan buatan Smarty. Tapi ketika Ia hendak pergi dari rumah Mal, tiba-tiba rumput-rumput yang terpasang di kepalanya sebagai rambut palsu tiba-tiba terlepas dan munculah Vigor dengan wujud aslinya. Berkepala botak seperti layaknya Monster.
                “Kamuuu!!” Ucap Mal, yang mulai menyadari bahwa ia bukan perempuan sungguhan yang ingin menjadi permasyurinya.
                Ketika Mal berusaha melakukan serangan balik kepada Vigor, ramuan Smarty yang telah diminum Mal mulai bereaksi. Mal jatuh terguling ke lantai. Satu persatu creative monster yang sedari tadi bersembunyi di belakang mulai keluar. Para creative monster bersorak ria. Kemudian mereka mengurung Mal didalam gua. Keadaan Proton dan kawan-kawan mulai membaik. Jamur yang tumbuh di sekujur tubuh mereka mulai menghilang. Kini matahari pun kembali normal seperti biasanya dan keadaan planet creative mulai berjalan normal seperti semula berkat perjuangan para creative monster. 


Rabu, 25 Juli 2012

SURAT UNTUK KEKASIH

selamat malam sayang,
bagaimana keadaanmu?
aku sudah lebih baik sekarang.
aku sudah sanggup menghadapi apapun seorang diri.
tanpamu. iya. tanpamu.
sebenarnya berat kukatakan ini padamu,
tapi sungguh, aku merindukanmu.
aku rindu rasa eskrim coklat yang biasa kita santap berdua.
aku rindu teras kos mu.
yang biasa menemaniku menunggumu berjam-jam.
kau selalu terlambat? iya memang.
aku tahu. tapi aku tak pernah marah,
sebab ketika kau datang, dan kau berdiri didepanku, itu sudah cukup membuatku bahagia.
sangat bahagia.

bagaimana keadaanmu, Sayang?
boleh aku panggil begitu?
aku dengar badanmu mengurus?
benarkah? maaf aku tak sanggup lagi mengatur asupan gizimu.
aku sudah seperti istrimu saja? berlebihan sekali.
aku menyungingkan bibir.
rasanya gamang. rasanya aku masih tak sanggup mempercayai apa yang terjadi padamu dan padaku.
sayang? benarkah kita sudah berpisah?
sayang? benarkah kau telah mengkhianatiku?
jantungku berdetak. luar biasa hebat saat aku kembali merasakanmu dalam memori yang berlalu lalang di otakku.

kali ini aku ingin tertawa.
HAHAHAHAHAHHAHAHA
lebih keras lagi.
HAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHA.
aku ingin menertawakan kebersamaan kita.
aku ingin menertawakan tingkahmu,
aku ingin menertawakan semua yang terjadi padamu dan padaku.
aku ingin tertawa, iya tertawa.

seandainya jika kau datang padaku. dan kau meminta maaf atas apa yang kau lakukan padaku.
aku pasti memaafkanmu.
tapi kau tak pernah datang.
aku sudah menunggumu dalam hitungan hari. bulan. dan hampir setahun.
hingga akhirnya aku mulai terbiasa tanpamu.
lelah sekali.
seandainya kau mengerti.

Selasa, 24 Juli 2012

SEVENTEEN BIRTHDAY

"Selamat ulang tahun sayang, semoga panjang umur," katamu padaku tepat pada pukul 1 dini hari.
28 september, ulangtahunku yang ke tujuhbelas.

tanpa kue tart, tanpa hadiah,
cukup aku dan kamu dalam hubungan yang sudah cukup retak tapi masih bersama.

 "maaf aku nggak bisa beli apa-apa buat kamu,." katamu.
aku tersenyum.
"nggak papa sayang.." jawabku.

Tubuhku mengurus. Aku memang tak berselera makan belakangan. Banyak yang aku pikirkan, Terutama hubungan kita yang sudah diujung tanduk. Menjelang akhir~  Katamu. Sesederhana itu terucap di mulutmu.

Saat ini mungkin  kita masih berada disini. Bersama, dalam satu ruang yang sama. Saling berdekatan. Tapi mungkin beberapa jam lagi kita akan terpisah. Jauh. Benar-benar jauh. Mungkin aku tak mampu lagi menemukanmu. Dan kamu, mungkin juga tak bisa lagi menemukanku.

Mungkin beberapa waktu lagi kita akan saling membenci. Saling menyalahkan. Saling melukai. Satu sama lain. Kita sudah berpisah sayang, Sudah melukai apa yang selama ini telah kita jalani. Kita tak lagi memiliki jantung hati yang utuh. Kita saling kehilangan. Jantung kehilangan hati. Hati kehilangan jantung. Menyedihkan.

Mungkin sebentar lagi aku akan lebih banyak menangis. Aku hanya belum terbiasa tanpamu. Sejujurnya aku tak pernah terbiasa tanpamu. Sebab kukira kau, kusangka kau selamanya hidup denganku. Tapi tidak, dugaanku meleset. jauh. Jauh sekali. Kau meninggalkanku sayang, Apa yang kau laukukan? Aku tersenyum melihat kebodohanmu. Aku tertawa melihat segala yang kau lakukan padaku.

Mungkin sebentar lagi kita akan saling dipelihara oleh kekasih-kekasih hati yang lain. Terutama kau, aku yakin sebentar lagi akan ada perempuan yang memelihara hatimu. Kau tak pernah sanggup sendiri, aku tahu itu. Tak seperti aku, mungkin aku akan sendiri, untuk sekian lama. Melupakanmu, atau menunggumu kembali? entahlah. aku tak sanggup memperkirakannya.

Sesungguhnya aku tak cukup kuat untuk melihatmu bersama yang lain, ataupun juga tak cukup sanggup untuk menerima orang lain sebagai penggantimu. Tapi cepat lambat, aku yakin kita tak akan selamanya sendiri. Akan datang hari dimana seseorang yang sangat mencintaimu tengah menggenggam tanganmu, dan orang yang mencintaiku juga menggenggam tanganku. Mungkin itu bukan kamu. Meski hati kecilku berharap itu kamu. Sebab setahuku, orang yang mencintaiku tak akan pernah meninggalkanku. Sangat berbeda sekali denganmu.

Suatu saat kita akan saling melihat. Tersenyum satu sama lain sebagai satu bagian yang telah terpisah.
"semoga kamu bahagia" kataku.
"semoga tak ada yang menyakitimu lagi sepertiku" katamu.

Selamat tinggal.

Minggu, 01 Juli 2012

HANTU


                Apa yang kau pikirkan tentangku? Aku berwarna putih? Tidak berpijak di tanah sepertimu? Aku sanggup tertawa menyeramkan? Aku hidup di pohon-pohon besar? Aku mati? Aku telah mati? Dan kau katakan padaku jika aku bagian dari arwah penasaran orang orang yang meninggal tidak wajar. Yang tentu saja tidak diterima tuhan. Sehingga aku dan sekian banyak makhluk yang sama sepertiku masih berkeliaran di dunia. Di tempatmu. Kadang bersandar di pintu kamarmu. Kadang bersembunyi dibawah ranjang tidurmu. Kadang menghuni kamar mandi. Atau tempat-tempat yang minim cahaya. Bisa juga tempat-tempat yang tidak kau huni. Percayalah padaku, aku ada. Disampingmu, sekarang. Aku mengintai dari bawah ranjang tidurmu.
                Mungkin begini caranya agar kau mengerti keberadaanku. Agar kau mengerti jika aku ada disini dan kedatanganmu kesini kuanggap seperti sahabatku. Ini kamar barumu. Kau bebas melakukan apapun disini. Aku selalu melihatmu. Kadang aku ikut bernyanyi saat kau bernyanyi. Kadang aku teridur disampingmu. Mungkin kau tak sanggup melihatku, tapi percayalah, aku ada. Di sudut-sudut kamarmu. Didalam lemari. Dibawah ranjang tidurmu. Tahukah kau jika aku bertahun tahun hidup disini. Di ruang sembab yang kau sebut seram. Usiaku berapa? Kau pasti tak menyangka jika aku lebih tua bertahun-tahun darimu. Tapi entah mengapa, aku terperangkap dalam raga mungil yang berusia sepuluh tahun. Selamanya tetap berusia sepuluh tahun.
Sebab hanya di dunia usia seseorang dapat bertambah. Berbeda dengan disini.
Tapi entah mengapa kau sering sekali pergi meninggalkan aku. Aku selalu menunggu kedatanganmu tapi kau sama sekali tak ingin menjengukku. Kau lebih memilih bermain bersama kawan-kawanmu daripada datang kesini untuk menemuiku. Aku bersedih. Aku menangis. diantara selang waktu ketika aku menunggu kedatanganmu. Aku sering meminjam benda-benda mungil seperti gelang dan pita-pita lucumu. Oleh karena itu jangan heran jika kau akan sering kehilangan benda-benda mungilmu yang lucu itu. Sebab aku sangat menyukainya.
Aku masih ingat saat aku berjalan ke mimpimu. Aku berputar-putar disana bersama tiga kawanku. Aku memperlihatkan wujudku padamu. Hanya melalui mimpi. Sebab hanya itu satu-satunya cara agar aku dapat bertemu denganmu.  Kau tidak merasa takut pada awalnya. Kau anggap aku hanya mimpi. Padahal. Aku ada. Aku ada!

Seminggu terakhir kebersamaanku denganmu aku merasa sangat sedih. Sebentar lagi kau akan meninggalkanku. Dan tentu saja aku tak rela kehilangan sahabat sepertimu. Aku mencoba merayu agar kau tidak meninggalkanku sendiri disini. Aku menyukai sahabat sepertimu. Perempuan cantik, sama seperti yang mereka katakan tentangku.
Tapi sepertinya kau sangat keras kepala. Kau bersikukuh untuk meninggalkanku. Baiklah, jika aku tak dapat merayumu untuk tetap tinggal disini. Terpaksa aku akan memaksamu untuk tinggal. Untuk tetap tinggal. Disini. Bersamaku, nona cantik.
Pertama-tama Aku mulai mengacaukan pikiranmu. kubuat pikiranmu berantakan, kubuat kau meninggalkan sesuatu yang sangat penting di kamarmu. Kubuat kau kembali. Lalu kubuat cuaca benar-benar panas agar kau tak ingin keluar dari kamarmu yang entah mengapa terasa lebih sejuk dari cuaca diluar. Aku berhasil. Kamu tak jadi pergi.
Lalu seorang temanmu menelfonmu. Aku tak tahu dia siapa. Tapi aku tidak suka dia. Ia sangat tidak berperasaan.  Ia bilang padamu jika kau harus secepatnya meninggalkan kamar itu. Dan itu sama artinya kau harus secepatnya pula meninggalkan aku. Aku bersedih.
Kau ingin pergi. Lekas-lekas kau memasukkan benda-benda berhargamu kedalam tas punggungmu. Kau sengaja tidak membawa banyak baju agar tidak memberatkan pundakmu saat kau berada di jalan. Tahukah kau? Saat itu aku menangis. kau sama sekali tidak memikirkan perasaanku. Aku sahabatmu. Aku yang menemanimu setiap hari disini.
Aku sudah berusaha agar kau tidak pergi. Kubuat langit benar-benar gelap dan hujan turun lebat. Tapi sepertinya, kau lebih mempercayai apa yang dikatakan temanmu melalui telefon itu. Kau tetap bersikeras meninggalkan kamar ini. Kamar kita, kamar yang kita huni berdua sebulan belakangan.
Kau pergi di tengah hujan. Aku mengintip dari jendela. Melihat ragamu yang basah kuyup oleh hujan.
Beberapa hari kemudian, banyak orang yang memasuki kamarku. Apa yang mereka lakukan. Mereka membungkus barang-barangmu dengan tas plastic merah yang besar. Tak lama mereka bekerja. Seluruh barangmu terkemas rapi. Aku mencari kau ditengah kerumunan orang-orang itu. Tapi aku tidak mendapati wajahmu. Kemana kau nona cantik?
Tak lama kemudian kau datang, memastikan semua barang-barangmu sudah masuk kedalam tas-tas plastic itu. Memastikan tidak ada yang tertinggal di kamarmu. Memastikan tidak ada lagi yang memaksamu untuk kembali kesini, memastikan kau akan benar-benar meninggalkanku. Setelah selesai. Semua barang-barang dalam tas plastic itu diangkut kedalam mobil untuk dipindahkan ke tempat lain. Kau memandang sejenak kedalam kamar kosong itu, kemudian berlalu pergi meninggalkannya.
Nona cantik,
Tahukah saat detik-detik terakhir kau melangkah keluar dari kamarmu,
Aku berusaha untuk memegangi kakimu.
Aku memohon agar kau tidak pergi.
Aku menangis.
Aku bersedih saat lagi-lagi seorang sahabat meninggalkanku.

Kau tidak menduga jika ada barang yang sengaja kusembunyikan di dalam laci lemari. Aku sengaja membuatmu terlupa membereskannya. Sekarang kau sudah ingat? Kau ingin mengambilnya? Kemarilah. Masuklah kembali kedalam kamar lama mu. Kamar kita. Akan ku kunci rapat-rapat. Jangan bersuara! Tenanglah, kelak akan ku ceritakan padamu rahasia hidup abadi. Kemarilah! Untuk gelang merah muda di dalam laci.


Selasa, 29 Mei 2012

MASALAHNYA ADALAH KAPAN AKU PUNYA PACAR?


           Nggak kerasa udah hampir setahun menikmati masa lajang atau biasa disebut jomblo. Antara meragukan diri sendiri dan semakin nggak percaya diri. Apa aku nggak laku ya? Aku jelek? Jangan-jangan aku homo? Jangan sampai lah ya…hahahha. Mulai muncul pertanyaan-pertanyaan aneh dalam otak.
                Singkat cerita setelah dikhianati seseorang yang membuat hidupku kerasa kejungkir, ( Kaya jatuh dari lantai paling atas gedung rektorat tepatnya). Sepertinya aku mengalami trauma dan ini parah. Aku bersyukur masih bisa kuliah di tempat yang cukup bagus.  Ya karena memang putusnya habis SNMPTN. Hehehehe. Dan kejadian putus itu sepertinya membuat aku terlalu freak sama makhluk-makhluk di sekitarku. Mulai nggak perduli, nggak ngurus kata orang. Nggak tahu juga apa yang aku pikir karena aku nggak mau mikir. Males. Berantakan. Kacau. Oh god, mau sampai kapan? Aku mencoba move on dan itu susahnya setengah mati. Mulai berusaha menjalani hidup dengan normal seperti manusia lain. Belajar  hidup berdampingan, bukan sendiri. Belajar perduli meski sebenernya aku nggak mau tahu sama sekali. Belajar dengerin orang. Belajar tersenyum. Belajar ngomong sama orang, yang terakhir itu hal tersulit yang harus aku pelajari setelah kejadian putus itu. Bukan gagu’ sih. Cuma nggak tahu kenapa aku jadi susah ngomong sama orang lain. Aku juga jadi susah percaya sama orang. Apa iya sekacau itu aku setelah putus? Aku nggak tahu. Yang jelas banyak hal berubah dalam hidupku. 

                Aku gak punya rasa. Aku nggak bisa suka sama siapa-siapa. Kacau. Mulai ngerasa ada yang salah dalam diriku, atau dalam kurung aku mulai nggak normal karena trauma. Aku mulai ragu dengan perasaanku yang kerasa mati. Masa iya aku jadi abnormal setelah putus? Mati aku! Hahahha alay!. Nggak kok, nggakk… bercanda… Aku masih bisa lihat cowok kok, (nggak harus ganteng) Masih bisa suka juga. Ya sekedar suka, kalau dia udah nggak ada di depan mata juga aku udah lupa. Tapi yang jelas aku masih bisa merasa.
                Setelah putus. Kayaknya hidupku nggak ada tujuannya. Aku nggak tahu mau kemana, nggak tahu mau ngapain dan yang pasti aku nggak pernah bersemangat menghadapi apapun. Hidup kayak patung. Diem, nglamun, nangis kayak gitu terus selama berbulan-bulan. Nggak pernah juga bisa ceirita, kayaknya semua orang udah muak denger aku sakit ati. Kayaknya udah basi. Udah lama banget. Tapi bagi aku, sakitnya tetep. Masih ada. Dan aku nggak tahu sampai kapan.
                Mulai buka mata, aku mulai nulis apa aja yang aku rasain. Judulnya Jantung Hati, Aku kasih nama gitu, karena orang yang udah buat aku sekacau ini dulu sebut aku jantung hatinya dia. Nggak tahu ini so sweet apa alay. Meski mungkin terdengar aneh dipanggil jantung hati, tapi aku dulu seneng, hehehehhe
                Kadang perlu berliter-liter air mata saat aku nulis. Sakitnya dateng lagi. Sampai akhirnya berkas itu numpuk dan coba aku baca ulang. Aku ketik ulang, pelan-pelan, tapi ya nggak sepelan siput. Dan akhirnya catatan Jantung Hati itu jadi sebuah mini novel yang sekarang dalam proses penerbitan. PROKK…PROKK…PROKK!:D ada hikmahnya juga aku putus. Sampai buat novel. Ya allah.. sampai segitunya..
                Pernah aku nyoba curhat sama temen, dan dia bilang mau nggak mau, bisa nggak bisa. Ada rasa, atau nggak ada rasa aku harus mulai jalanin hubungan baru sama cowok manapun biar aku nggak trauma lagi. Tapi kayaknya manusia juga bisa salah. Dan aku rasa temenku buat kesalahan dengan konsepnya itu. Jalani sesuatu yang nggak pingin kita jalani itu rasanya sama kaya mau mati. Ya daripada kesiksa kayak gitu, hidup Cuma sekali juga. Kali ini aku nggak nurut apa kata temenku.
                Habis putus kayak ada dua jalan di depanku. Mau menjalani hubungan baru sama seseorang  tapi aku kesiksa atau ngejalanin hidup sendiri dan aku bebas jadi apa aja yang aku mau. Aku pilih yang kedua. :). Nggak selamanya putus itu menderita, nggak selamanya sendiri itu menyedihkan. Kadang dengan putus, dengan sendiri kita malah bisa di lebih hebat. Kuncinya Cuma satu, percaya. Percaya sama diri sendiri. Percaya kalau kita bisa dapatkan apa yang kita mau.
                Kembali ke permasalahan, Kapan aku punya pacar? Rasanya senyum-senyum sendiri denger pertanyaan ini. Setelah di pikir-pikir. Pacar itu nggak usah dicari lagi. Nggak usah juga di paksa-paksain pacaran kalau emang nggak ada rasa. Let it flow mamen~ jalani aja, jalani hidup kaya apa yang kita pingin. Suatu hari nanti nggak tahu dimana kita pasti ketemu kok sama jodoh kita. Tuhan nggak menciptakan makhluknya sendirian. Tuhan menciptakan makhluknya secara berpasang-pasangan. Ayah dan Ibu. Romeo dan Juliet. Rama dan Sinta. Aku dan Kamu. Ya, kamu yang aku sendiri nggak tahu siapa :)

Kamis, 17 Mei 2012

LITTLE ELF

Hai sayang. Apakah kau percaya pada sebuah kebetulan?
Seperti kebetulan saat langit-langit bocor dan kau membawa payung?
Kebetulan seperti ketika kau bermantel tebal saat hujan merembes masuk dari celah-celah awan?
Kebetulan.
Seperti saat aku dan kamu dipertemukan.
Seperti tidak sengaja tapi itu yang membuat kita bersama.
Entah berapa tahun lagi.
Walaupun sesungguhnya aku tidak menginginkannya dan aku yakin kau memiliki pemikiran yang sama denganku.
***
                Tapi kali ini entah tidak sengaja atau memang rencana tuhan sudah begini. Aku dan kamu terpaksa bertemu. Dalam satu tempat yang sama. Tapi bersama orang-orang yang berbeda. Yang tak pernah tahu apa yang terjadi padaku dan padamu di masa lalu. Yang hanya mengernyitkan dahi. Tak percaya jika selama itu kita sudah saling mengenal.
                Sekarang apa yang kau lihat dariku. Berbeda. Dan apa yang kulihat darimu juga berbeda. Hy. Sayang berapa lama kita sudah terpisah? Berapa lama kita tidak bertemu? Apa saja yang terjadi padamu? Atau padaku? apa yang merubahmu? Atau merubahku? Percayakah kau pada sebuah kesalahan yang akhirnya harus kunikmati selama bertahun-tahun. Yang sama sekali aku tak bisa menghindarinya. Yang sama sekali tak bisa membuatku terlepas.
                Kau melihatku.
                Entah apa yang kau rasakan.
Ingat saat langit selalu mendung di tempat kita dulu. Ingat apa yang terjadi di bawah hujan? Ingat serpihan hati yang terbuang bersama air comberan? Ingat? Kau lupa? Kau lupa? Benar-benar lupa padaku? terimakasih. Aku bahagia kau melupakannya. Dan aku bersedih mengapa aku tak pernah bisa melupakannya.
                Kau di sampingku. Memandang aku yang mungkin kini sama sekali tak kau kenali. Aku beda katamu. Tentu saja beda. Waktu telah mengambil alih ragaku dan merubah semuanya. Lalu apa yang kau rasakan ketika melihatku seperti ini?
                Bila bagiku. Cukup hancur aku membuatmu terluka karenaku hingga kau kehilangan apa yang seharusnya dapat kau lakukan. Entah bila bagimu. Hancurkah kau saat melihatku seperti ini?

Selasa, 13 Maret 2012

SESUATU YANG TERTINGGAL DI KAMAR KOSAN

Ada yang aneh. Setelah lebih dari dua minggu aku pindah dari kosan hantu itu. Tiba-tiba aku ingat pada sebuah kotak kecil di dalam lemari yang lupa aku buka saat aku pindah. Rasanya ada sesuatu yang ketinggalan. Tapi aku nggak tahu apa. Rasanya itu penting. Aku pingin balik ke kosan itu hanya untuk sekedar memeriksa. Tapi aku beneran nggak berani. Berani sih. Tapi aku. Ahh. Aku udah nggak pingin lagi berurusan sama hantu atau makhluk-makhluk lain penghuni kosan itu.

Ini foto lemari kalau malem :
Dan ini foto Lemari kalau siang:



Dua hari lalu aku ketemu Dhea. Dia Tanya gimana kabar kosan baru aku. Aku bilang Baik. Dan aku juga Tanya sebaliknya dan Dhea juga bilang hal yang sama. Aku seneng lihat dia baik-baik aja. Aku juga seneng,akhirnya kita masih bisa ketemu lagi dalam keadaan baik-baik aja dan masih sama-sama hidup. Hehehehe. Syukurlah. Dalam hatiku.
Aku masih inget kata-kata Sapi (orang yang udah bantuin aku liat hantu di kamar kos+nasehatin macem2) kalau aku harus cepet pindah dan nggak boleh ada satu barangku pun yang ketinggalan disana. tapi bodohnya aku. Aku melakukan hal itu. Ada barangku yang ketinggalan di kosan lama. Aku nggak tahu apa. Tapi aku rasa penting.
Masa iya aku harus balik ke kosan itu lagi. Nengokin si mbah yang seremnya minta ampun. Naik di tangga kosan yang baunya bau kuno dan masuk ke kamar tidur itu lagi. Apa nggak bahaya ya. Aku pingin banget kesana. Tapi kayaknya, hatiku sendiri nglarang aku untuk pergi ke sana.
Emang sih nggak pernah ada suara ketukan dari dalam lemari waktu malem-malem. tapi, kotak yang ada di dalam lemari itu beda. rasanya aneh aja. buat apa ada kotak kaya gitu di dalam lemari. Ukurannya kecil. Cuma seukuran 3 x20centi. Aku masih inget dulu waktu pertama aku nempatin kosan itu. Aku sempet nemuin kertas bon laundry dengan nomer hp yang ada di sana. Punya siapa lagi? Pasti punya orang yang tinggal di kamar ini sebelum aku. Aku sempet coba hubungin dia untuk Tanya masalah kamar kosan waktu itu dan alasan kenapa dia pindah. Sms dan telfonku masuk. Tapi sama sekali nggak ada jawaban dari dia.
Apa mungkin memang udah takdirnya kali barang ketinggalan di kotak itu. Kayak nya sih seingetku, aku naruh kwitansi bank bekas pembayaran uang kuliah satu semester yang ada alamat lengkap beserta nomer hape ku disana. tapi kayaknya ada barang lain lagi. Ada rasa nggak enak di hati. Ada sesuatu yang mengganjal. Yang nggak mungkin terobati kalau aku nggak datang ke kosan itu lagi dan memeriksa kotak kecil di dalam lemari itu.
Aku pikir-pikir emang kayaknya udah takdirnya kali ya. Ada identitas pemilik sebelumnya di dalam lemari itu. Sapi juga pernah bilang ada yang janggal dari lemari itu. Sapi bilang bisa jadi sumber hal-hal janggal  yang ada di kamar kosanku itu berada di lemari itu. Awalnya aku nggak percaya. Tapi. Setalah aku pikir-pikir iya. Lemari ini ada di setiap kamar yang mbah kos yang mbah sewain di dalam rumah itu. Bisa jadi di setiap lemari emang ada penunggunya. Atau bisa jadi juga Cuma lemariku aja yang aneh.
Aku jadi keinget tulisan di dalam lemari:

Tulisan ini, emang nggak jelas. Modelnya semacam tulisan hias. Tapi masih bisa dibaca dan tulisan ini bacanya : “LAKSMI”.
Bisa di pastikan kalau pemilik nama itu dulu pernah tinggal di kamar ini. Tapi bisa jadi nama Mamanya. Atau neneknya mungkin. Tapi kemungkinan itu Cuma sedikit. Buat apa juga dia nulis nama mama atau neneknya di balik lemari? Kalau mungkin iya nama itu adalah nama nenek atau mamanya yang udah nggak ada. Dan dia tulis untuk di kenang. Apa nggak tambah serem ya kalau namanya di tulis di balik lemari gitu. Tapi yang jelas itu Nama kuno. Nama kuno yang serem. Itu kaya nama di film-film horror milik seorang nenek-nenek atau milik seseorang yang berhubungan dengan masa lalu atau juga yang berhubungan sama hantu. Hari gini pasti jarang banget ada orang seumuran kita yang punya nama LAKSMI. Kalaupun ada jumlahnya pasti sedikit. Semasa aku sekolah mulai TK, SD, SMP, SMA, aku nggak ketemu nama LAKSMI dalam daftar absen di kelasku. Kalau di daerah rumahku, laksmi itu nama nenek-nenek yag usianya udah lebih dari 60 taun. Dan ternyata banyak juga orang seumuran dia yang namanya LAKSMI juga. Mungkin nama itu dulu sempet jadi trend.  

Lalu inget tulisan di bawahnya?

Masih dengan tinta spidol yang sama dan bacanya adalah DIP perkebunan, 85-88. Nggak tahu maksudnya apa. Aku sempet mikir dia kuliah di jurusan perkebunan tahun 1985-1988. tapi DIP nya singkatan dari apa aku juga nggak tahu. Tapi kayaknya nggak ada jurusan perkebunan di universitas manapun di deket sini. Yang ada pertanian. Tapi aku juga nggak yakin waktu tahun itu udah ada. Atau mungkin dia kerja di perkebun? Tapi di deket sini setauku nggak ada perkebunan. Taruhlah mungkin memang yang tinggal di kamar itu dulu namanya Laksmi, dan dia paling ngga pada tahun 1985an berusia 20 tahun. Berarti sekarang umurnya udah sekitar 45 tahunan. Berarti dugaanku sebelumnya meleset. Laksmi bukan berumur 60 tahun keatas. Melainkan 45tahunan kalau dia masih hidup sih. Oh my god. Tiba-tiba pikiranku melayang ke suatu tempat yang menakutkan. Kalau Laksmi sekarang udah nggak ada atau udah meninggal. Bisa jadi nama-nama yang ada di lemari itu nggak akan berumur panjang dan jadi sasaran hantu di kamar kosan itu berikutnya.  Setelah Laksmi Cuma ada nama anak yang tinggal di kamar itu sebelum aku. Dan kalau bener kwitansi Bank ku yang tertinggal di lemari itu. Berarti disana juga ada namaku sekarang…
Ahh. Nggak.nggak. nggak. Aku terlalu jauh berpikir kayaknya. Nggak boleh mikir gitu nggak boleh mikir gitu. Jodoh, mati, maut di tangan tuhan bukan di tangan setan. Semoga aku baik-baik aja. Dan aku nggak mati muda :”( amin. Serem. Aku jadi takut.
Aku bener-bener mengurungkan niatku untuk pergi ke kosan itu hari ini. Aku nggak siap menantang maut. Apapun yang tertinggal disana. semoga itu bukan barang penting dan semoga itu nggak membawa dampak buruk apapun.

tapi ada yang bilang, aku harus ke kosan hantu itu lagi dan melihat ke dalam kotak kecil di dalam lemari. dia bilang hal ini pertanda urusanku dengan makhluk-makhluk penunggu itu belum selesai. dan buruknya aku sendiri yang harus menyelesaikannya.

berpikir.

Selasa, 06 Maret 2012

KOSAN HANTU

Real story.
Awalnya, aku juga nggak percaya apa itu hantu. Apa itu setan. Apa itu alam ghoib. Serta  bermacam-macam dedemit lainnya. Yang aku tahu, dunia mereka ada. Tapi mereka juga nggak bakalan ganggu kalau kita nggak ganggu. Tapi semua anggapanku tentang hantu hantu itu berubah seiring kenyataan tentang dunia mereka yang bener-bener terjadi dalam hidup aku.
Bermula dari kos baru. Setelah ayah mutusin rumah yang aku huni seorang diri dikontrakin. Akhirnya aku nyari kos. Dan alhasil dapet beberapa pilihan. Salah satunya rumah tua milik seorang nenek-nenek tua yang pernah menikah tiga kali tapi sama sekali ngga di karuniai anak nyarisnya lagi tiga suaminya meninggal. Serem. Entah apa yang ada di pikiranku. Aku milih kos di rumah itu. Kamarnya besar. Ranjangnya kuno. Semacam kaya besi tua milik orang-orang jaman dulu. Lantainya ubin. Lemarinya jati. Pintunya jati dan satu-satunya pencahayaan di kamar itu Cuma lampu yang menyorot dari samping (lampunya di temple di dinding, bukan di atap).

Dari dua bulan aku ngekos di rumah itu jujur aku Cuma tidur di situ tujuh hari. Satu hari sebagai permulaan dan enam hari sebagai penebus rasa bersalah ke orang tuaku. Karna sudah di kosin mahal-mahal nggak tahunya nggak ditempati. Mubadzir dong.. sambutan pertama masih aku inget banget. Waktu aku mau nyetorin uang kos untuk dua bulan ke depan. Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Pintu tengah rumah kos kebuka sendiri dari keadaan semula tertutup. Kalau pintu kebuka terus nutup sendiri kan biasa. Nah ini kebalikannya. Pintu ketutup terus kebuka sendiri. Aku juga nggak tahu apa yang aku rasain. Sama sekali nggak ada rasa takut. Udah tahu keadaan kaya gitu. Tetep aja uang yang ada di tanganku aku kasih ke mbah (nenek-nenek yang jaga kosan). Aku nggak tahu apa yang terjadi.  Tanpa berprasangka buruk. Rasanya tuh semacem kaya di hipnotis. nglakuin hal yang sebenernya nggak aku pingin.
 Karna nggak mau di bilang buang-buang duit dengan mubazir. Akhirnya aku beraniin diri tidur di kosan. Dan ini hari pertamaku tidur di kosan itu. Aku nggak bisa masukin motor ke dalam kosan. Akhirnya aku minta tolong sama anak kamar sebelah untuk masukin motor. Pas uda gitu. Aku masuk ke dalam kamarku. Nggak nglakuin apapun. Cuma diem. Kayaknya Cuma sepuluh menit. Tapi nggak tahunya aku diem dalam waktu 2 jam. Agak nggak masuk akal juga. Lalu aku keluar kamar buat cuci muka. Keadaan kamar mandinya jorok. Ngga di tekel porselen. Cihh. Tapi yaudahlah. Aku betah-betahin. Habis tu balik ke kamar lagi. Dan aku lihat jam udah nunjukin angka 9 malam. Bermaksud untuk keluar kamar lagi ngambil air minum di jok motor. Kejutan kedua datang. Pintu kos nggak bisa di buka sama sekali. Padahal keadaannya ngga terkunci. Awalnya aku panik. Aku ada di dalam kamar dan pintu nggak bisa di buka. Sementara lampu kamar udah aku matiin dan saklarnya ada di luar kamar. Kebayang kan seremnya? Tapi entah kenapa ga ada perasaan takut meskipun kondisinya kalau dipikir pake logika semestinya aku harus takut. Dengan pasrah aku tidur dan besok paginya secara ajaib pintu kamar kosan dapat di buka dengan mudah. Ngga ngerti deh-
Pagi-pagi banget aku mandi mau berangkat kuliah. semula aku nggak takut mandi biasa, ganti baju biasa. Baru lima langkah keluar dari rumah kos ga tau kenapa ada rasa takut datang dan aku semakin nggak ngerti dengan apa yang aku alami.
Simpelnya gini. Aku memang takut di kos itu. Tapi waktu ketakutan dan hal-hal aneh itu terjadi. Aku malah nggak ngerasa takut sama sekali. Nggak tahu kenapa. Aku tuh kayak di hipnotis biar nggak takut.  Tapi setelah keluar dari kos itu rasa takut itu datang. Dan aku baru mendapatkan diriku sendiri. Bukan orang lain.
Setelah kejadian itu. Aku nggak mau tidur di kosan lagi. Waktu ujian akhir semester aku mutusin untuk pulang ke rumah aja. Ya meski agak capek dan bahaya juga. Soalnya aku baru bisa naik motor. Tapi ngga apa lah. Dari pada mati ketakutan.
di sela-sela liburan aku sempet nengokin kosan sama bawa temenku, dan waktu dia buka lemari baju. dia nemuin tulisan aneh. ada beberapa tulisan dan mataku terpaku pada tulisan ini:
 



Ada juga tulisan lainnya. yaitu :













dan :
 













Menjelang minggu terakhir jatah kosku. Aku mutusin buat maksain diri tidur di kosan biar ga ngrasa bersalah udah bayar, tapi ngga nempati kosan. Hari pertama aku tidur. Ngga terjadi apa-apa. aku sempet foto-foto juga malem itu dan ini fotonya, nggak tahu kenapa malem ini aku sendiri merinding lihatnya.
 Hari kedua, malam ini aku mulai di ganggu lagi. Aku tidur malem seperti biasa. Tapi kali ini aku mimpi aneh dan cukup serem. Aku mimpi tiga kuntilanak sama hantu seorang nenek-nenek. Aku ngerasa aku ada di suatu tempat semacem ruangan dan aku lihat tiga kuntilanak muter-muter di depanku.sementara setan nenek-neneknya megangin pundakku. Aku kebangun. Jam nunjukin waktu 3 pagi. Tapi aku sama sekali ngga bisa gerak. Orang jawa bilang aku “kelindihen” ya semacam itu lah.
                Hari ke tiga. Dhea, anak kamar sebelah ngajak dua temennya untuk nginep. Aku diajak tidur di kamarnya juga. Sambil nonton-nonton film. Eh ga sengaja liat film aborsi dan disitu ada sosok kuntilanaknya. Terus aku nyeplos,
                “Eh semalem aku mimpi kuntilanak kayak gitu loh tiga”
Salah satu temen Dhea liat aku, dia Cuma diem. Sesaat kemudian dia bilang,
                “Eh waktu pertama kali aku nginep sini, aku pernah denger suara mbah-mbah lagi omong-omongan. Dua orang. Ya dari kamar kamu situ.”
-MERINDING.
Tiba-tiba ada petir gede banget diluar.
                “DUARRR”.
Semua kaget. Aku inget waktu itu akhir bulan februari tepatnya. Waktu ada petir, anehnya di dalem kamar Dhea kilatan cahanyanya warna orange. Padahal semestinya kilatan petir kan putih ya.
Ah gatau deh. Jujur aku merinding sendiri nulis cerita ini. Pas malemnya kita bobo berempat di kamar Dhea. Dhea bobo di paling pojok. Terus aku, ica, lalu ika yang paling pinggir. Pas malem-malem nggak tahu kenapa suasana kamar panas banget. Aku denger suara aneh. Awalnya pelan, terus lama lama keras. Keras banget. Suaranya kaya orang nggarukin bantal. Aku inget Dhea waktu itu bangun dia sempet bangun liat HP ngecek SMS. Tapi anehnya dia nggak denger apa-apa.
Besok malemnya ica memulai topik pembahasan Misteri. Dia denger suara orang nggarukin bantal itu, terus dia Tanya ke aku, dhea sama ika. Aku denger. tapi Dhea sama ika nggak denger sama sekali. Padahal suara itu asalnya dari samping ika. Dan Ica bilang dia lihat orbs semalem. Banyak banget di kamar itu.
Takut. Merinding. Malemnya kita bobok berempat lagi. Nggak terjadi apa-apa sih. Cuma nggak tahu kenapa kondisi kamar panas banget. Kita berempat kebangun.
Besoknya lagi. Ika sama ica bener-bener nggak mau tidur kosan. Aku sama Dhea juga gak berani. Pas siang, Dhea bilang dia mau bobo kosan ika aja nanti malem. Dan aku mau-nggak mau aku juga harus pulang ke rumah. Nggak mungkin dong aku tidur di kosan HANTU itu sendirian. Aku  belum pingin mati ketakutan yahhh…
Siangnya, aku ke kosan ngajak temenku yang biasa dipanggil Sapi. Sapi bilang di kamarku ada kuntilanaknya tiga. Dan nenek itu tahu.  Sapi bilang, wajar nggak si orang nikah tiga kali tapi sama sekali nggak punya anak dan suaminya mati semua. Aku semakin ogah aja tidur di kosan. Sapi pesen, malem ini jangan sampai Cuma aku sama Dhea yang tidur kosan. Sapi bilang aku sama Dhea harus cepet-cepet pergi dari rumah ini kalau ngga nyawa kita berdua bisa diincer. Dia bilang orang yang nggak kerasa apa-apa yang paling mbantah kalau di kosan ini ada apa-apanya dia yang paling gede resikonya jadi korban. Dan itu artinya Dhea. Sapi bilang ada yang mati sebentar lagi. Aku nggak ngerti aku harus percaya atau gimana yang aku tahu aku Cuma takut-takut-takut. Aku mulai beres-beres barang biar habis pulang kuliah nanti sore aku bisa langsung pulang. Karena merinding di kosan. Akhirnya aku mutusin ngobrol di luar. Habisnya sapi pulang. Nggak tahu kenapa. Aku tiba-tiba balik ke kosan lagi. Aneh.  Tiba-tiba aku pingin mandi di kosan. Padahal cuaca juga lagi mendung.
Habis itu aku berangkat. Kuliah.  Dan sialnya lagi, pas pulang kuliah. Aku sadar headset hp sama dompetku ketinggalan di kosan. Cuaca juga tiba-tiba ujan. Aku harus balik lagi ke kosan? Nggak nggak nggak.  Aku mulai ngerasa ada yang nggak beres. Akhirnya aku paksain pulang dan di jalan nasibku sial lagi. Mulai nabrak duren. Mau jatuh. mau nabrak orang. Mau keserempet truk. Ya allah aku ini kenapa sih L
Aku beruntung sampai rumah dengan selamat. Di jalan kayaknya ada aja yang hampir buat aku celaka. Besoknya aku mulai cari kos baru dan aku mulai pindahin barang-barangku sedikit-demi sedikit.
Aku belum bilang sama si mbah kalau aku mau pindah. Sampai aku ngangkutin barang-barang yang terakhir aku baru pamit dan mbah, mbah sama sekali nggak marah tapi dia sempet ngomongin Dhea dan justru marah-marah nggak jelas. Kata mbah, pasti Dhea yang ngajakin aku pindah. Nggak tahu kenapa jadi Dhea yang disalahin. Aku jawab nggak. Aku bilang ayah ku suruh aku pulang ke rumah aja.
Ini yang paling buat aku nggak percaya di detik-detik akhir  aku ninggalin kosan hantu si Mbah cerita sendiri kalau tetangga dia habis meninggal. Tiga hari lalu. Tepat waktu malem aku maksa tidur rumah dan Dhea tidur di kos Ika. Kata-kata Sapi bener. Dan aku Cuma bisa diem antara percaya sama ngga percaya tentang keberadaan makhluk lain disamping kita.
sebelum keluar kamar, aku juga sempet foto-foto kamar lagi. ini fotonya:



Malem harinya aku udah nempatin kosan baru.  Disini kamarku wujud kamar. Normal. Nggak singup. Nggak horror. Aku capek banget habis mindahin barang-barang. Aku tidur.
Dan paginya aku bangun. Aku kaget setengah mati. Aku tiba-tiba ada di kosan lama!! Hahahha nggak lah, aku baik-baik aja kok sekarang di kosan baru. semoga ga di ganggu lagi ya. amin deh. 

*kehadian aneh lagi: malem ini waktu aku nulis cerita ini sambil dengerin musik dari laptop pake headset tiba-tiba ada yang telfon di nomer modemku. aku angkat. nggak ada suaranya. lagian, siapa juga yang tau nomer modemku. aduh udah deh ya. udah. aku jadi merinding. bobo di kamar mama aja deh :(
Thanks to:
Dhea-anak kamar sebelah
Mbah-yang jaga kosan
Sapi- yang liatin hantunya +kasih nasehat macem2
Icha 1-aku
Ica 2-temenya Dhea.
Niluh-yang bantuin pindahin barang-barang dari kosan lama ke kosan baru.