Senin, 28 Agustus 2017

Kamu

odoh itu sedekat itu, baru aku sadar ternyata setelah aku mengenalmu dua tahun lalu, ternyata memang kamu yang selalu ada. Selalu ada saat aku butuh? Bukan. Tapi selalu di sisi, menemani perempuan kecil yang dulu suka bercerita padamu mengenai pemikirannya yang sering kali tak dapat diterima orang lain tapi dapat kau dengarkan. Tanpa kusadari kuhabiskan banyak waktuku bersamamu. Selalu ada celah untuk bersama. Entah seminggu sekali, dua minggu sekali atau  beberapa kali dalam sebulan. Kita bersama. Sejenak kabur dari masalah masalahku, dan mungkin sejenak kabur dari masalah-masalahmu. Saling merasa membutuhkan sosok yang seperti itu-. Tapi bodohnya tak pernah menyadari. Merasa nyaman tanpa disadari. Aku menemanimu mencari yang kau inginkan, begitu pula kamu menemaniku mencari. Tapi ternyata? Yang kita inginkan memang tak kita sadari ada didepan mata. Bagaimana bisa tidak menyadari. Awalnya memiliki satu kata kata sama yang terucap,
"aku nggak mungkin sama dia". Pemikiranmu, pemikiranku, sama.  Lalu aku tersenyum kecil, entah bagaimana tuhan menjodohkan aku dengan kamu. Dari rasa nyaman yang tak pernah kita sadari.

RUN

If i have a lot of money, i will run
If i have a passport, i will run
If i know somewhere i can stay in US i will run.
If i can be a novelist as sucess as jk rowling i will run.
I will run.
I hate my life here.
My work, my fam, my love.
Love? Hahaha what do you mean?
This cant be called love, this is sacrifice to the others.

Sabtu, 19 Agustus 2017

Finally I said

Finally I said, Im so tired. Tired of what? tired of being alone, tired of not telling someone of Anything. Tired of sending a text to someone I knew as a friend, but it wont repply, tired of being empty confersation, Tired of hate everything, dont like anything~ it was so bad. Soo bad.

I dont have a friend, i dont like write anymore, i dont know what to do, i dont know what i like, i dont like my work, i dont  like every single thing in this life. I dont like meal, either drink,

I miss being like of everything, have a favourite drink and meal, glad to see someone, being happy, warm, smile, feeling comfort, have a lot of friend, always know whereever i want to go. I missed.

Rabu, 19 April 2017

Kopi Ketjil

Kali ini bukan tentang rasa tapi tentang kata.
Kali ini bukan tentang siapa namun tentang bicara.
Hujan menyerah pada gumpalan awan gelap hingga ia meneteskan air pada bumi. 
Awan gelap bukan tentang malam tapi tentang mendung.
Jogja diguyur hujan, semula deras, tapi menjelang gelap hanya rintik yang disiakan.
Menelisik jalan jalan riuh kota Jogja, bersama penulis kehilangan kata,
Seperti pelukis kehilangan kuas,
Seperti pemahat kehilangan pisau.
Sembilanbelas April duaributujuhbelas.

Ah apa saja, 
Kau lihat perempuan yang biasanya terdiam dan terlalu banyak berkata iya. 
Kau lihat kehangatan di kota Jogja yang sedikit membeku karena hujan yang syahdu.
Lalu dua orang baik hati untuk bicara malam ini.
Lalu sudut minoritas yang lebih baik dari keriuhan popularitas biasanya. Jati diri.



Juga mantan barista yang tak suka kopi seperti biasanya. Sudut hangat kota Jogja.

Minggu, 12 Februari 2017

TIRED


Life is pain, highness. I have being the last but not least. I have being the first but not the begining.

Being Awake. The trouble is, depression is horrendously painful. The pain that makes pain scream.
Make me awake at 3 a.m.  Bad dream.

Being a sleep. The trouble is,
I hate being alone, i hate to feel that pain everytime, so I fall a sleep.
A lot. When Im happy I sleep, When Im upset I sleep more. Sleep? Does it really really cure the pain? Kill the loneliness? Or.. It just hurt me more. Over and over again.

And knowing this, I feel very, very tired. It’s true, depression will make a person tired regardless, but I suspect my mind, knowing of the relief of sleep, urges its presence rather strongly.

Jumat, 03 Februari 2017

.

How come our marriage will be held on the next month?
Are you ready for this? Am I really really sure to our relationshit? Oh sorry, relationship. How come? Why married? Does he loves me? Does he really really there for me? Or just he want to break me twice and goes on. You know babe, i need someone to be really really fair in the relationship. Fair and love me so much. "Fair." Please read this word correctly without plus "a" in the begining. And.. You read this "afair". No.. Please. But, how come you keep lying so much  when i knowing so much? How dare you.

Sabtu, 28 Januari 2017

MARRY

HIM
A question "the reason why you get married?" a quotes answer "because all i want is only her, because i love her, because she is my home, because she can understand me" a reality answer "because she is pretty, because she is independent, because i dont know why i marry her, because she is smart, because i dont know who i shold be marry, because she wants to, because we need to be married, because life goes on, sometime we should be marry someone and love maybe comes after needs. Maybe"

HER
A question "the reason why you get married?" a quotes answer "because all i want is only him, because i love him, because he is my home, because
he makes me happy" a reality answer
"Because i lost my hope, because im tired being alone, because i need to have someone to safe my life, because my age, because my parrents, because he is work, because i dont know why, because this is the time,"

Didnt you love each other?
HER : love? What? I think marry just a responsibility, a weight, a legal name to doing sex. Maybe wrong if marry because sex, but remember  need someone to be a father of our child someday. So.. I marriage. I dont think so much about love and whats going on after marriage. Just married, and do the things what I should do as a wife.

HIM : love? Haha.. I just need her. I dont understand her, she dont understand me ofcourse. I just follow her wants to do. Give her what i can give. Safe her, because she is my wife not because i love her.

Are you ready?
HER : not really, I dont know why i shold be marry him. He didnt love me, i know, he cannot understand me, i know.  HIM : i dont know about my self. I dont know why i marry her.

Two people. Who didnt love each other, didnt understand each other, who didnt know why they are married will be marry soon. Pathetic.

Selasa, 24 Januari 2017

DIAM



Saya memelihara blog ini diam diam dari calon suami saya. Ah tidak, tak perlu diam-diam pun dia tak pernah ingin membaca. Seperti yang saya katakana, dia tidak mengerti saya. Dan saya tak pandai bicara. Jadi saya tuangkan semua semuanya dalam tulisan saya yang entah akan terbaca oleh siapa.
Pagi masih menyeringai untuk Kota Malang yang sibuk. Pikiran saya masih kemana mana. Antara satu setengah jam lagi pekerjaan paling menyita waktu dan pikiran saya akan dimulai. Belum dimulai dan saya berkata ini beban dan berat. Pantas saja seharian terasa sangat lelah. Lalu souvenir pernikahan, ah tidak, kemantapan hati  saya untuk menikah 50 hari kedepan sementara make up rias, catering dan dekorasi pengantin telah dibayar oleh orang tua saya. Ini terlalu cepat? Dua bulan untuk berpikir saya akan menghabiskan sisa hidup dengan orang yang sama sekal tidak mengerti saya. Ah baiklah, ini menyebalkan. Beban pikiran saya bertambah. Saya terlihat lebih tua belakangan. Saya kehilangan senyum saya. Tega sekali kalian merampasnya. Terimakasih.
Kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang kamu, teman semasa kuliah saya dulu. Berawal dari scroll bbm dan saya menemukan kontak kamu dengan foto updatean terbaru. Kamu tampan-baik-pintar. Bagaimana wanita tidak jatuh cinta kepadamu? Sekalipun saya. Saya yang semasa kuliah jauh sekali dari kaum mu. Perkumpulan saya penuh dengan anak anak nakal yang… berhasil setidaknya. Kami berhasil lulus tepat waktu dengan IPK diatas rata-rata. Sementara teman-temanmu dipenuhi dengan kutu buku yang jenius. Jika saya lulus di kloter kedua. Kamu lulus di kloter pertama. Kamu sangat pandai. Seperti yang saya katakan. Sangat pandai.
                Kamu. Seseorang yang mungkin sama sekali tak mengerti atau bahkan tak menyangka jika saya memperhatikanmu diam-diam empat tahun belakangan. Saya punya pacar semasa kuliah tapi bukan berarti saya berhenti menaruh perhatian saya padamu. Tidak. Saya sering melihatmu diam diam. Saya mengagumi kepandaianmu, caramu bicara yang lembut, beda sekali dengan anak Malang pada umumnya. Saya memperhatikanmu.
                Kamu orang yang hebat. Sempat memimpin beberapa organisasi yang terkadang kamu juga menyebalkan dalam memimpin teman-temanmu. Tapi tak masalah. Memang susah memimpin banyak orang. Bagi saya, kamu tetap layak untuk dikagumi.
Dengarkan, suara riuh pagi dan sedikit cerita dari penulis lara bernama Anisa,

Dengar..
Saya dengar kamu menempuh pendidikan S2,
Kapan hari saya dengar kamu tak bisa bersama seseorang yang kamu suka selama bertahun-tahun.
Hari yang lalu lagi saya lihat kamu memajang foto bersama seseorang yang kamu sukai pertama kali semenjak sekian tahun bersama.
Dia ukhty yang cantik. Jauh sekali dengan saya.
Waktu kuliah saya dengar kamu dalam hubungan cinta dengan sahabatmu yang itu.
Saya dengar banyak hal dan saya tidak perduli.
Sebelum pernikahan saya setidaknya kamu tahu,
Jika diam diam dalam empat tahun itu saya memperhatikanmu meski tidak lekat,
Jika dari pertama kali saya bertemu denganmu, saya sudah menyukaimu, mungkin begitu.
Dan jika saya tak pernah sedikitpun bermimpi bersamamu karena memang kita berbeda.
Kamu terlalu jauh diatas saya.
Saya tak banyak bicara, hanya saja. Sebelum pernikahan saya,
Setidaknya kamu tahu.
Salam dari kota Malang yang dingin
Dari saya yang luar biasa diam memperhatikanmu.


               

Senin, 23 Januari 2017

DEKAT

Saya ingin berada di dekat anda sejujurnya. Saya tak butuh tas mahal, baju bagus, make up bermerek seperti yang saya genakan sekarang. Saya tak ingin menjadi wanita karir yang sibuk. Saya ingin berada di dekat anda. Menulis cerita macam-macam. Mengurus anda. Menghabiskan siang dan malam dengan anda yang.. Sebentar lagi menjadi suami saya. Saya tak pernah memberi tahu anda mengenai apapun yang saya rasakan disini. Saya hanya sibuk marah sesekali, karena lelah dan anda juga lelah. Saya banyak mengeluh mengenai pekerjaan saya. Saya yang dikenal rapi dan cepat semasa kuliah berbanding terbalik dengan keadaan saya sekarang. Sedikit lambat dan sedikit
berantakkan. Saya tak ingin berada disini sejujurnya. Saya lebih ingin bersama anda.
Tapi... Anda bukan pangeran. Bukan seperti dalam dongeng dan cerita rakyat jika istri adalah tanggung jawab suami. Suami bertanggung jawab menghidupi istri. Saya tidak minta banyak, saya tak mau membebani anda. Tapi anda bilang.. Saya butuh bekerja. Sangat sayang sekali jika saya meninggalkan pekerjaan saya. Kenapa? 2017 sulit mendapatkan pekerjaan. Apalagi dengan penghasilan cukup banyak seperti ini. Ayah ibu dan anda juga tak mau tahu apa yang saya hadapi sehari hari dan bagaimana lelah seorang wanita yang bekerja seperti saya. Anda menyuruh saya bekerja? Anda bilang ada baiknya jika penghasilan istri juga dihabiskan bersama suami karena suami telah mengijinkan dia untuk bekerja. Saya ingin tertawa *hahhahaha*. Siapa yang meminta izin untuk bekerja? Saya wanita, bekerja bukan kewajiban saya yang utama. Saya bekerja karena anda yang memintanya, orang tua saya yang menyuruhnya. Kalian semua kenapa? Tidak ingin menanggung hidup saya? Takut uang anda berkurang karena saya. Ahahhahahahhaha baiklah. Haha rupanya saya benar-benar hidup diantara orang orang yang luar biasa tidak mengerti saya. Sekalipun anda. Entah, Bagaimana bisa orang yang akan menikahi saya tidak bisa mengerti jalan pikiran saya. Saya ingin menghujat anda tapi saya memilih diam. Bukankah istri adalah tanggung jawab suami?  Anda muslim bukan?
Calon suamiku sayang,
Entah siapa yang dapat mengerti saya.
Memeluk saya dengan hangat dan berkata dia akan bertanggung jawab atas kehidupan saya selanjutnya.
Seseorang yang membebaskan saya dari beban saya sehari-hari.
Membiarkan saya menjadi seperti apa yang saya inginkan.
Lelaki seperti itu tidak saya temukan.
Sekali lagi saya tidak minta banyak.
Tapi sekali lagi anda tak mengerti.
Saya pulang malam hari ini. Sekali lagi ayah dan ibu saya membiarkan dan anda juga tidak perduli.
Selamat siang.
Salam dari meja kerja berantakan.

Minggu, 15 Januari 2017

SURAT UNTUK MELLA



Aku tulis ini untuk Mella.
Hai cantik, bagaimana kabarmu? Aku dengar kau sedang mempersiapkan pernikahanmu. Semoga selalu diberi kelancaran dan kemudahan. Semoga tak lagi diberi yang seperti cobaan yang seperti -aku- dalam hari-hari menuju pernikahanmu juga setelahnya.
Bagaimana kebayamu? Sudah di jahit dan di pasang payet yang cantik? Bagaimana undanganmu? Sudah di cetak? Bagaimana catering untuk pernikahanmu? Sudah di pesan? Ah tidak. Kau tak perlu menjawab pertanyaanku yang berkelit.  Bagaimana kekasihmu? Ini saja yang ingin kutanyakan. Yang itu.. yang akan menikahimu. Sudah lebih setia dari sebelumnya? Kuharap memang tak akan ada yang seperti –aku- lagi dalam hidupnya. Dalam cinta antara kamu dan dia.
Lancang sekali. Bagaimana bisa seorang penggoda* mungkin begitu kau menyebutku. Berani menuliskan sepucuk surat untuk Mella. Mella, iya. Dia kekasih dari laki laki yang raganya kucuri beberapa malam bersamaku.
Kekasihmu itu baik. Laki-laki yang sabar, entah bagaimana dia bisa melakukanya bersamaku dulu. Bagaimana bisa dia bermain hati yang lain dibelakang kekasih hati yang baik sepertimu. Seperti yang aku tahu, dia penikmat kopi dan segala filosofinya. Laki-laki itu menjaga sholatnya, menjaga perkataanya, dan yang lebih penting dia menjaga hatimu, ragamu, agar tidak tersentuh olehnya hingga dia menyentuh raga dan hati lain untuk bercumbu.
Dia sangat baik. Aku dan dia hanya bercerita bermalam-malam mengenai apa saja. Dia teman yang baik. Dan lucunya lagi, dia melihatku sebagai dunia baru. Penuh trik dan permainan yang mungkin membuatnya tertarik. Dia teman yang baik untuk bermain. Aku menikmati semua permainan itu dan mungkin dia juga. Aku tahu banyak hal darinya, dia pintar, dia memiliki teman-teman yang… juga bisa kuajak bicara.
Mella, hidupku disini terlalu sepi. Hatiku berhamburan karena kekasihku yang dulu dan tak tentu harus kemana kulanjutkan berbagi hati selanjutnya. Aku pencinta yang setia sebetulnya. Aku benci permainan. Hanya saja aku tak menemukan hati siapapun di depanku untuk kusinggahi. Hingga tanpa sengaja kutemukan kekasihmu. Lalu kubagi sedikit hati ini dengannya. Kubagi sedikit malam-malam sepi ini dengannya. Maafkan aku. Aku hanya tak tahu jika dia adalah kekasihmu. Kekasih yang berjanji menikahimu.
Sepeti yang dikatakan orang-orang tua, selalu banyak ujian sebelum hari pernikahan. Dan mungkin… aku yang menjadi ujianmu dan kekasihmu. Aku bisa membayangkan apa yang kau rasakan ketika kau mengetahui apa yang sempat dilakukan kekasihmu di belakangmu. Maafkan aku, aku sama sekali tak bermaksud menyakitimu. Ketika aku tahu dia milikmu. Aku lepaskan, aku kembalikan kekasihmu utuh padamu.
Jadi untuk apa aku tulis surat ini sejujurnya, untuk meminta maaf padamu Mella, dan untuk mengucapkan selamat dengan hatimu dan kekasihmu yang luar biasa kuat untuk bersama. Aku merasa lega melihat foto-foto pre wedding kalian yang berhamburan di media sosial. Aku bahagia kalian tetap bersama. Aku bahagia aku tak sampai menghancurkan cinta antara kamu dan kekasihmu. Sekali lagi maafkan aku Mella.
Mella mella mella.. aku bahagia dengan pernikahanmu.
Mella tahukah kamu? kekasih yang paling mencintaimu adalah kekasih yang menikahimu :)

Kamis, 12 Januari 2017

Boneka

Ini lima puluh empat hari sebelum pernikahanku. Sebelum aku duduk di samping laki laki yang... Yang memiliki kuasa atas tindakanku selanjutnya. Laki laki yang mendominasi mungkin. Keluargaku sibuk mempersiapkan apa saja. Seserahan, KUA, dan lain lain. Bukan seperti muda mudi biasanya yang mempersiapkan sendiri pernikahannya. Aku tidak. Sama sekali tidak melakukan apapun. Hanya sibuk di balik meja kantor yang berantakan serta hati yang belakangan ini berserakan. Keluargaku yang mengurus pernikahanku. Seperti biasa. Hidupku banyak di dominasi. Keluargaku, calon suamiku, dan beberapa teman yang banyak mempengaruhi kepitusanku. Keputusanku? Haha. Mungkin tak pernah ada keputusan yang benar benar aku ambil sendiri. Masing masing elemen yang berkata mencintaiku, sibuk mengambil alih masing masing tindakan dalam hidupku. Segalanya serba diatur. Katanya dibimbing. Tapi tidak. Bagiku segalanya serba diputuskan secara sepihak tanpa memperdulikan suaraku. Sesak parau. Aku tidak menangis.  Hanya saja terkadang merasa seperti boneka. Hilir mudik dibawa. Kesana kemari tak bersuara.

Kamis, 01 Desember 2016

SECANGKIR KOPI MANIS YANG PAHIT

Menurutmu bagaimana dengan bernafas dua puluh dua tahun di dunia? bagaimana rasanya? bahagia? menikmati cinta beberapa kali, namun juga patah hati beberapa kali lebih sering dan luka hati lebih sering lagi. Selamat malam diriku, dan juga dirimu, yang entah dimana kau berada. Aku sedang menikmati secangkir kopi manis tapi pahit, manis karena aku masih bisa melamun, terdiam, tidak terlalu lelah setelah seharian ini bekerja, memiliki sedikit uang di dalam tasku yang cukup untuk menjaja makanan lezat tapi sama sekali tak ingin kutelan malam ini. mendengarkan beberapa lagu sedih yang iramanya tak lama menjadi berdegup ala club malam. entahlah, apakah seperti itu juga hati manusia? setelah luar biasa sedih lalu bahagia berdegup bersama alunan musik club malam.
Masih dengan hiruk pikuk Kota Malang. aku luar biasa sendiri, berteman dengan kekasih hati bayangan lalu lampu kendaraan yang menyala berbinar bergantian malam ini. mendengar beberapa gumamann orang orang disampingku. bercanda bersama kekasih hati nyata, bersautan tertawa satu sama lain. 
Tak lama setelah itu datang beberapa orang mengisi kursi samping kiri dan kananku. Tetap tak ada yang kukenal. tetap juga kopi dan camilanku masih utuh. musik berdegup, sedikit mengagetkan jantungku yang lelah. Aku melantur dan kurasa tidak ada yang mau mendengar lanturanku.
Aku lupa. Jadi kenapa kopi manis tapi pahit? aku tersenyum. mencoba bercakap dengan diriku sendiri. ah sudahlah. Pahit, menurutmu apa yang lebih pahit dari pada merasakan kesendirian yang ramai. ramai, karena aku berteman dengan beberapa orang palsu yang hatinya tidak bersamaku. yang manfaatku membuatnya bersedia ada disampingku. lalu kekasih hati yang etahlah ada dimana dalam kamus cinta yang kumiliki.
"di semua halaman Sayang, berlatihlah mencintaiku. Berlatihlah merubah rasa yang mungkin tak ada lalu kau adakan, seperti halnya lidahmu malam ini yang mampu meraskan pahit dalam kopi dengan dua sendok makan gula."

Sabtu, 22 Oktober 2016

AND THEN..

just had the courage to post it, dear picture above,

and he introduced himself to me, he said his name is.
and then he told me so many things i never heard,
about life, love, music, friends..
someone who has art in his bold and life.
12 years older than me.
someone who keep his father photos in his pocked.
Romantic.
"hy i like the way you life" i said.
i liked every single step of yours. you to your life.
life on your path. art path.

 i was really bussy. have a little bit time to  fall a sleep.
pathetic.
and i hear he played his music then talked.
small talk about his life.
i never play.
a music. 
i cannot sing, i cannot playing guitar even if i have one.
music...
they are loved,
but more difficult than statistic.
Like you,
you are loved
but....


and then go. fades away.
lost.